Raperda Pembangunan Keluarga dinilai penting untuk kualitas SDM DKI

4 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Fraksi Demokrat–Perindo DPRD DKI Jakarta Dina Masyusin menilai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pembangunan Keluarga penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di ibu kota.

Dina mengatakan keluarga merupakan unit sosial terkecil, tetapi memiliki dampak besar terhadap kualitas masyarakat. Ketahanan keluarga yang kuat akan menopang ketahanan sosial di tingkat yang lebih luas.

“Ketika keluarga menghadapi tekanan ekonomi, konflik relasi, maupun tantangan pengasuhan, dampaknya bisa meluas menjadi persoalan publik,” ujar Dina di Jakarta, Senin.

Data pada 2024 mencatat sebanyak 1.881 kasus perceraian terjadi di DKI Jakarta. Pada tahun sebelumnya, tercatat 178 kasus perceraian berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurut Dina, kondisi tersebut berimplikasi langsung pada meningkatnya berbagai persoalan sosial, mulai dari anak kehilangan pendampingan keluarga secara utuh, meningkatnya risiko putus sekolah, hingga gangguan kesehatan mental.

Baca juga: Pramono nilai pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang

Selain itu, situasi tersebut juga berpotensi memicu meningkatnya kenakalan remaja, kekerasan, serta penyalahgunaan narkotika.

Pola pengasuhan yang tidak tepat juga dinilai berkontribusi terhadap munculnya generasi yang lemah dalam kontrol diri, empati sosial, dan daya saing.

“Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi ini dapat memperbesar beban sosial sekaligus fiskal pemerintah daerah di masa mendatang,” ujar Dina.

Pihaknya pun mendorong agar Raperda Pembangunan Keluarga mampu menjawab persoalan secara terstruktur dan terukur, terutama dari sisi tata kelola kebijakan.

Saat ini, program pembangunan keluarga dinilai masih tersebar di berbagai perangkat daerah dengan pendekatan sektoral.

Karena itu, Dina menilai pemerintah provinsi perlu menjelaskan secara konkret desain kelembagaan yang akan mengoordinasikan pelaksanaan Perda tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih program antarperangkat daerah.

Selain tata kelola, pihaknya juga menyoroti pentingnya penguatan data melalui Sistem Informasi Keluarga yang terintegrasi. Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penetapan indikator keluarga berkualitas maupun keluarga rentan di Jakarta.

Baca juga: Wamendukbangga ingatkan pentingnya pembangunan karakter dari keluarga

Baca juga: Rano Karno ajak warga Jakarta perkuat ekosistem perlindungan keluarga

“Kami juga menekankan pentingnya layanan perlindungan bagi keluarga rentan melalui standar layanan minimum serta mekanisme respons cepat ketika keluarga menghadapi krisis sosial,” ujar Dina.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |