Moskow (ANTARA) - Departemen Perang AS telah meminta Kongres AS untuk mengalokasikan dana tambahan sebesar 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1,42 kuadriliun) guna menutupi biaya terkait operasi di Iran serta biaya-biaya lainnya.
Kabar itu dilaporkan Wall Street Journal dengan mengutip pihak-pihak yang mengetahui pembahasan tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg menyampaikan kebutuhan finansial militer tersebut dalam percakapan telepon dengan anggota Kongres AS pekan ini, menurut laporan pemberitaan yang terbit pada Kamis malam itu.
Selain itu, pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini jika Kongres gagal mengesahkan rancangan undang-undang belanja militer yang baru, tambah surat kabar tersebut.
Anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 saat ini adalah mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang mengakibatkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.
Kemudian pada malam menjelang tanggal 18 Juni, Iran dan AS menandatangani sebuah memorandum secara jarak jauh yang mengatur pengakhiran konflik militer tersebut.
Memorandum tersebut juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pentagon naikkan ancaman spionase dari Israel ke tingkat tertinggi
Baca juga: Media: Operasi Iran tekan anggaran Pentagon di tengah krisis biaya
Baca juga: Pentagon tarik 5.000 tentara AS dari Jerman
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































