Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menerima audiensi dengan sejumlah perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi di depan kompleks parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, sejak Jumat petang.
Sejumlah pimpinan DPR yang menerima audiensi itu antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Para perwakilan mahasiswa itu diterima di Ruangan Abdul Muis yang berada di Gedung Nusantara atau gedung kura-kura.
"Kita tunggu apa yang akan mereka sampaikan," kata Saan Mustopa sebelum memasuki ruangan audiensi.
Baca juga: Mahasiswa Trisakti bertahan di depan Gedung DPR/MPR sampaikan pendapat
Berdasarkan daftar kehadiran ada sekitar 50 lebih perwakilan mahasiswa aksi demonstrasi yang diterima untuk audiensi bersama DPR RI.
Mereka berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercubuana, hingga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Para mahasiswa itu diterima untuk masuk ke gedung DPR sekitar pukul 17.45 WIB
Selain pimpinan DPR, sejumlah Anggota DPR RI yang turut mendampingi antara lain Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath, hingga Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Nazaruddin Dek Gam.
Baca juga: Pramono minta massa unjuk rasa tak rusak fasilitas umum di Jakarta
Dalam aksi demonstrasi itu, Universitas Trisakti menyampaikan tiga tuntutan yang disebut Tritura Trisakti. Tiga tuntutan itu yakni:
1. Pulihkan Ekonomi dan Politik: Mendesak penurunan harga bahan pokok & BBM, serta menghentikan segala bentuk pemborosan APBN.
2. Berantas Inkompetensi Pejabat: Menuntut evaluasi total terhadap program yang bermasalah dan memperbaiki komunikasi publik pemerintah.
3. Kembalikan Supremasi Sipil: Menolak tegas UU Polri, menghentikan represivitas aparat di ranah sipil, dan menolak PSN yang merampas hak rakyat.
Baca juga: 4.264 personel gabungan siaga amankan unjuk rasa di lima titik Jakpus
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































