BKKBN Sumsel tekan fenomena "fatherless" lewat program Gemar

50 minutes ago 1

Palembang (ANTARA) - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menekan fenomena fatherless lewat program gerakan ayah mengambil rapor (Gemar) sekolah.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel Arios Saplis di Palembang, Jumat, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai komitmen nyata untuk menekan fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia.

Baca juga: Program "Gemar", mendekatkan hubungan emosional ayah dan anak

​"Melalui Gemar, kami ingin mengingatkan bahwa tugas ayah tidak hanya mencari nafkah. Kehadiran ayah dalam momen penting, termasuk menerima hasil belajar di sekolah, berdampak besar terhadap pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak," katanya.

​Ia menjelaskan Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait fenomena fatherless. Mengutip data UNICEF tahun 2021 yang disampaikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, sekitar 20,9 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa peran aktif dari seorang ayah.

​Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh berbagai faktor, seperti perceraian, kematian hingga tuntutan pekerjaan yang membuat jarak antara ayah dan keluarga. Jika dibiarkan, minimnya kehadiran figur ayah ini berpotensi memengaruhi perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak.

Baca juga: Mendukbangga: Keterlibatan ayah bentuk anak jadi sosok petarung

Baca juga: Jakarta harus bisa jadi teladan Gerakan Ayah Mengambil Rapor

​Oleh karena itu, lanjutnya, gerakan Gemar bukan sekadar aktivitas seremonial mengambil rapor di sekolah, melainkan sebuah gerakan simultan untuk mendongkrak kualitas pengasuhan di dalam keluarga.

​"Kami berharap Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini dapat menjadi budaya positif yang diterapkan secara luas, khususnya di Sumatera Selatan, demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang tangguh dan berkarakter," ujarnya.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |