Menko AHY: Tanggul laut pantura akan dikombinasikan dengan mangrove 

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pembangunan tanggul laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan dikombinasikan dengan pohon mangrove sebagai solusi berbasis alam.

"Permasalahan banjir bukan hanya kiriman atau permasalahan di hulu tapi juga di hilir, ini yang kita perkuat melalui pendekatan infrastruktur keras," kata Menko AHY sapaan akrabnya di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia, pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan banjir akibat fenomena naiknya permukaan air.

Ia menyatakan setiap tahun Pantura Jawa mengalami penurunan permukaan tanah 5-20 sentimeter (cm) akibat puluhan juta orang mengambil air dari dalam tanah.

Untuk itu, pemerintah saat ini berupaya membangun tanggul laut raksasa di sepanjang Pantura Jawa yang panjangnya lebih dari 500 kilometer dan itu dilakukan secara bertahap.

AHY mengatakan pembangunan tanggul laut raksasa nantinya juga dibarengi dengan penanaman pohon mangrove yang merupakan penahan air laut alami.

"Kita sedang merancang membangun tanggul di laut selain tanggul pantai. Dan, kita mengombinasikan dengan mangrove karena ini merupakan solusi yang berbasis alamiah. Sebab mangrove itu juga sangat efektif untuk dikombinasikan," ujar AHY saat meresmikan gerakan Ayo Muliakan Sungai.

Sebelumnya, AHY mengungkapkan bahwa pemerintah mematangkan desain tanggul laut raksasa.

"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," ujar AHY.

Ia mengatakan perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia.

Banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah di sejumlah wilayah pesisir memerlukan langkah-langkah mitigasi yang terukur dan berjangka panjang.

Menurut dia, proyek tersebut membuka peluang kolaborasi internasional yang luas, mulai dari rekayasa pesisir, teknologi perlindungan pantai dan penghalang laut, sistem operasi dan pemeliharaan, hingga penelitian dan pengembangan bersama.

Baca juga: Menko AHY: Proyek 'giant sea wall' Pantura masih terus dimatangkan

Baca juga: Menko IPK: Pemerintah terus mengawal proyek Giant Sea Wall

Baca juga: Pemerintah dalami 15 segmen untuk pembangunan giant sea wall Pantura

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |