Fajar Noor gambarkan siklus cinta di album “Sementara, Selamanya”

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Fajar Noor merilis album penuh perdananya bertajuk “Sementara, Selamanya” yang menggambarkan siklus dalam jatuh cinta dikemas dari sudut pandang dan cerita lebih personal.

“‘Sementara Selamanya’ ini kisah cinta yang sementara tapi meninggalkan rasa selamanya. Jadi memang di dalam album aku ini, semuanya tentang cycle of love aku. Perjalanan cintaku yang mulai dari butterfly era, terus punya konflik dalam hubungan, berpisah, dan akhirnya abadi,” ujar Fajar, dalam temu media di Jakarta, pada Jumat.

Album “Sementara, Selamanya” berisi delapan track. Album ini juga memuat beberapa single yang telah dirilis sebelumnya, mencakup “Tahta Hatiku #Pendampingmu”, “Tuhan Tahu Kita Saling Cinta”, dan “Sembuh Tanpaku”.

Baca juga: Makna lagu "Tuhan Tahu Kita Saling Cinta" Fajar Noor yang baru rilis

Album terbaru itu diawali dengan lagu "Yang Kutuju” menceritakan tentang di mana fase dalam suatu hubungan yang di dalamnya itu terasa hangat, penuh cinta, kasih sayang.

Lagu berikutnya lebih upbeat, “Satu Satunya”, menceritakan tentang kenangan masa lalu yang sulit dilupakan.

Lagu “Salah Apa Aku” menjadi fokus track yang dipilih Fajar dalam perilisan album ini. Lagu ini menceritakan tentang bagaimana lelahnya mempertahankan hubungan berjuang sendirian.

Baca juga: 10 musisi muda bertalenta bawakan 10 karya Yovie dengan warna baru

“‘Salah Apa Aku’ ini pertama banget dengerin demonya, itu aku sudah jatuh cinta banget sama lagunya. Pas aku ngelakuin rekaman lagu ini, aku belum pernah minta matiin lampu, saking membutuhkan ketenangan itu,” ujar dia.

Kemudian, lagu “Jangan Datang Saat Kesepian”, menyuarakan tidak semua kehadiran didasari cinta tulus, datang hanya saat membutuhkan.

Lagu “8” sebagai track penutup album “Sementara, Selamanya”. Lagu ini menggambarkan seseorang yang berpisah lama dan yang tinggal hanya kenangan di dalam hati.

Baca juga: Indonesian Idol 2025: Daftar hadiah juara dan finalis musim ke-13

“Lagu ini menurut aku universal artinya, untuk orang yang sudah kehilangan orang yang dia sayang, mungkin sudah dipanggil,” kata dia.

Dalam proses pengerjaannya, Fajar Noor turut bekerja sama dengan produser seperti Arsy Widianto dan Iqbal Siregar untuk membangun warna pop ballad yang sederhana namun tetap modern.

Melalui album “Sementara, Selamanya”, Fajar merangkum fase-fase percintaan yang banyak dialami orang, mulai dari jatuh cinta, hadirnya konflik, kehilangan, patah hati, hingga perasaan tentang sebuah hubungan yang sebenarnya belum benar-benar selesai.

Baca juga: Adikara rilis mini album "Spotless Dove", tandai babak baru jadi ayah

Baca juga: Dee Lestari bersiap merilis album baru

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |