Badung, Bali (ANTARA) -
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) ingin membantu meningkatkan jumlah kunjungan turis asal negeri itu berlibur di Bali termasuk melakukan pendekatan dengan perusahaan maskapai penerbangan dari negeri tersebut.
“Kami senang berkomunikasi dengan perusahaan Amerika Serikat dan maskapai penerbangan berbeda untuk membuat perjalanan lebih mudah, karena perjalanan jauh. Kami sangat tertarik untuk bantu banyak warga AS datang ke Bali, semudah mungkin,” kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS Peter M Haymond di Jimbaran Hub, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.
Adapun opsi meningkatkan kedatangan wisatawan asal AS adalah dengan pembukaan penerbangan langsung atau menambah banyak penerbangan dari berbagai tempat.
“Kami akan melakukan yang terbaik dari kami untuk mendukung itu,” ucapnya.
Saat ini, belum ada penerbangan langsung dari Bali menuju wilayah Amerika Serikat.
Meski begitu, wisatawan dari negeri itu harus transit minimal satu kali melalui kota lain dari Bali di antaranya Singapura, Taipei, Hong Kong, Doha atau Dubai.
Diplomat senior itu menjelaskan wisatawan asal negaranya termasuk memiliki pengeluaran tinggi. Pada 2025 mereka membelanjakan uangnya yang berkontribusi mendorong geliat ekonomi di Bali diperkirakan mencapai 330 juta dolar AS atau sekitar Rp5,54 triliun (asumsi 1 dolar AS sebesar Rp16.800).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah wisatawan asal AS di Bali pada 2025 mencapai 274 ribu orang, duduk di posisi ketujuh tingkat kunjungan wisatawan asing.
Jumlah itu naik 4,88 persen dibandingkan realisasi 2024 mencapai 261 ribu orang.
“Mereka datang untuk melihat keindahan budaya Bali dan tradisi yang kaya. Mereka mewakili populasi Amerika Serikat yang liburan ke luar negeri dan ingin melihat tempat wisata terkenal di dunia termasuk Bali,” ucapnya.
Baca juga: Kedubes AS relokasi konsuler di Bali perkuat kemitraan dengan RI
Baca juga: Gubernur Bali tata lima pembangunan pariwisata dongkrak daya saing
Baca juga: Menpar sapa wisatawan sambil cek kunjungan di kawasan Sanur Bali
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































