Cirebon (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebut Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan di daerah tersebut akan menampung sebanyak 270 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon Hafidz Iswahyudi, di Cirebon, Jumat, mengatakan kuota tersebut dibagi untuk tiga jenjang pendidikan yang akan diselenggarakan di Sekolah Rakyat.
Ia menyampaikan bahwa masing-masing jenjang, yakni tingkat dasar, menengah pertama, dan menengah atas menerima 90 siswa. Kemudian setiap jenjang terdiri atas tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas.
“Setiap jenjang memiliki tiga rombongan belajar, masing-masing berisi 30 siswa,” katanya.
Hafidz menuturkan seluruh peserta didik nantinya mengikuti sistem pendidikan berasrama, yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat.
Baca juga: Pemkab Cirebon targetkan pembangunan Sekolah Rakyat rampung Juni 2026
"Penerimaan siswa diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)," ujarnya.
Selain itu, kata dia, calon peserta didik juga harus berdomisili di Kabupaten Cirebon agar program tersebut tepat sasaran.
“Penjangkauan calon siswa masih dilakukan oleh SDM Kemensos dengan sasaran keluarga miskin dan miskin ekstrem yang telah terdata,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menuturkan pembangunan fisik Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Hafidz menyebut progres pembangunan sekolah tersebut, saat ini telah mencapai sekitar 68 persen berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah.
Baca juga: DPRD Kota Cirebon pastikan program Sekolah Rakyat berjalan baik
“Target yang disampaikan pemerintah pusat, kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada 20 Juli 2026,” katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































