Pemprov DKI-Kemenkebud bekerja sama percepat pemajuan budaya

3 days ago 3

Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) guna mempercepat pemajuan kebudayaan, pelestarian cagar budaya, serta pengembangan permuseuman.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kebudayaan dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat Jakarta.

“Di sisi lain, budaya juga memiliki peran penting dalam pembangunan kota. Pengembangan museum, cagar budaya, seni pertunjukan, serta industri kreatif berbasis budaya mampu mendorong pariwisata di Jakarta,” ujar Rano.

Dia mengatakan Jakarta merupakan kota dengan kekayaan budaya yang sangat beragam. Selayaknya melting pot, Jakarta telah menjadi ruang pertemuan berbagai tradisi, nilai, dan ekspresi budaya dari seluruh penjuru tanah air.

Baca juga: DKI segera realisasikan pembaruan gapura wilayah bernuansa Betawi

Di Kota Jakarta, sambung dia, berbagai warisan budaya tumbuh dan berkembang berdampingan, mulai dari tradisi Betawi, seperti ondel-ondel, lenong, dan palang pintu, hingga beragam ekspresi seni budaya nusantara lainnya.

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov DKI terus memperkuat upaya pemajuan kebudayaan, mulai dari perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan, hingga pembinaan sumber daya manusia serta peningkatan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan.

“Semoga sinergi ini memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya serta memperkuat peran kebudayaan dalam pembangunan Jakarta yang berkelanjutan,” ungkap Rano.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menuturkan Jakarta memiliki banyak aset cagar budaya, termasuk bangunan bersejarah dengan arsitektur baroque yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pelestarian dan revitalisasi.

“Terutama dengan DKI Jakarta, Bang Rano, DKI ini banyak sekali aset cagar budaya. Penataan Kota Tua, masterplan-nya saya kira kita perlu terlibat agar cagar budaya di DKI semakin kuat dan bisa kita revitalisasi. Banyak gedung tahun 1700-an dengan baroque style yang sekarang terbengkalai, termasuk Gudang Timur bekas pagar VOC,” tutur Fadli.

Baca juga: Pramono ingin sejarah dan budaya Betawi jadi materi pendidikan sekolah

Baca juga: 85 karya budaya Jakarta sudah jadi Warisan Budaya Takbenda

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |