Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong pelibatan perguruan tinggi dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi nasional, sebab kampus memiliki peran strategis dalam melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas.
Dalam keterangan di Jakarta, Minggu, Mendiktisaintek menekankan pembangunan nasional tidak dapat berjalan sendiri oleh pemerintah. Sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, industri, dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting untuk mendorong lahirnya inovasi, penguatan talenta, serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
"Indonesia saat ini berada pada fase krusial menuju negara maju. Untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi, Indonesia perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif, termasuk dengan menargetkan pertumbuhan hingga delapan persen melalui penguatan riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis pengetahuan," katanya.
Menteri Brian menilai target ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang ditekankan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam konteks ini, kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan riset, tetapi juga motor penggerak lahirnya solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Definisi negara maju itu adalah banyak, tetapi yang bisa diukur adalah pendapatan per kapita kita harus 15.500 Dolar AS ke atas. Indonesia sekarang berada di angka sekitar 5.500 Dolar AS," ujarnya.
Mendiktisaintek juga membandingkan angka tersebut dengan pendapatan per kapita negara Asia lain, seperti Singapura yang berada di sekitar 80.000 Dolar AS, Jepang dan Korea Selatan pada sekitar 60.000 Dolar AS, serta China pada 14.000 Dolar AS.
Menurutnya, Indonesia perlu melakukan lompatan besar dalam produktivitas dan inovasi ekonomi.
Maka dari itu, Brian menegaskan perguruan tinggi perlu berperan sebagai pusat inovasi yang menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan ekonomi. Melalui riset dasar dan terapan, diharapkan kampus dapat melahirkan teknologi, model bisnis baru, serta inovasi industri yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Dalam hal ini, lanjut dia, peran sivitas akademika menjadi penting untuk memastikan bahwa perkembangan ekonomi kreatif berjalan beriringan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menteri Brian menegaskan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) siap mendorong kerja sama antara perguruan tinggi dan komunitas ekonomi kreatif di daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis inovasi.
"Persyaratan untuk melipatgandakan pertumbuhan ekonomi itu adalah kreativitas dan inovasi terobosan yang diiringi dengan basis sains dan teknologi," tutur Brian Yuliarto.
Baca juga: Prabowo dorong riset kampus percepat PLTS dan kendaraan listrik
Baca juga: Kemdiktisaintek buka peluang penguatan kemitraan riset dengan Jerman
Baca juga: Mendiktisaintek minta pimpinan kampus jaga mutu dan integritas SNPMB 2026
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































