KTNA: Tarif nol persen AS buka peluang ekspor kakao dan kopi RI

4 days ago 4
Peluang tentu sangat besar untuk ekspor seperti kopi, kakao dan rempah-rempah. Menurut kami malah Amerika yang membutuhkan produk-produk dengan harga bebas tarif nol persen,

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor menilai pembebasan tarif nol persen komoditas pertanian Indonesia ke pasar Amerika Serikat membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor kakao, kopi, dan rempah.

Menurutnya, kebijakan dagang resiprokal tersebut memberi kesempatan luas bagi produk pertanian Indonesia untuk menembus pasar Amerika Serikat karena negara tersebut membutuhkan pasokan komoditas seperti kopi, kakao, dan rempah.

"Peluang tentu sangat besar untuk ekspor seperti kopi, kakao dan rempah-rempah. Menurut kami malah Amerika yang membutuhkan produk-produk dengan harga bebas tarif nol persen," kata Yadi dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menilai permintaan dari pasar Amerika Serikat berpotensi meningkat karena skema tarif nol persen membuat harga produk Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara lain yang masih dikenakan bea masuk.

Baca juga: Sepakati ART RI-AS, ekonom nilai daya saing industri harus diperkuat

Menurutnya pula kebijakan tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan produksi karena adanya kepastian pasar dan potensi pembeli dengan kapasitas permintaan yang jauh lebih besar.

Namun peningkatan permintaan ekspor juga diperkirakan akan berdampak terhadap ketersediaan pasokan komoditas di dalam negeri apabila produksi tidak ditingkatkan secara signifikan dalam waktu yang bersamaan.

"(Kebijakan ini) akan berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan dan yang pasti akan mempengaruhi kenaikan harga terhadap pasar domestik," imbuh Yadi.

Oleh karena itu, dia menegaskan, pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekspor dan pasokan nasional.

Baca juga: Indef: MBG kunci daya saing hilirisasi ayam domestik hadapi ART AS

Diketahui, diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional.

Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia-Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar Amerika Serikat.

Langkah strategis itu membuka akses yang lebih luas bagi produk pertanian nasional untuk menembus pasar global ini sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan Indonesia di tengah persaingan perdagangan internasional.

Perjanjian dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara.

Baca juga: Pemerintah pastikan ART RI-AS perkuat posisi ekspor nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, dalam perjanjian bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri, yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (20/2).

Dari sektor pertanian komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga masuk dalam daftar bebas tarif. Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium turut memperoleh fasilitas yang sama.

Sebelumnya, dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Indonesia dan Amerika Serikat juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) yang memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.

Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat seiring meningkatnya daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |