Khofifah dorong penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan

5 days ago 4

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 guna memperluas peran perempuan dalam pembangunan daerah serta meningkatkan kesetaraan gender di berbagai sektor kehidupan.

“Jumlah penduduk Jawa Timur pada semester 2 tahun 2025 mencapai 42.226.212 jiwa dengan rasio perempuan sekitar 50,15 persen atau 21.179.156 jiwa. Ini menjadi kekuatan besar sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan berbagai indikator pembangunan gender di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur tahun 2024 tercatat sebesar 92,19 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 91,85.

Selain itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan turun menjadi 0,347 pada tahun 2024 dari sebelumnya 0,423 pada 2023.

“Angka ini berada di bawah rata-rata IKG nasional sebesar 0,421 dan menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 20 persen, sedangkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen.

Meski demikian, ia menegaskan berbagai tantangan masih harus dihadapi bersama, di antaranya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan anak, serta persoalan stunting.

“Peningkatan kualitas hidup perempuan harus terus menjadi perhatian bersama. Karena perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama pembangunan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, terus memperkuat kebijakan perlindungan perempuan melalui penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah.

Menurut Khofifah, langkah tersebut penting untuk memastikan perempuan memperoleh perlindungan, dukungan, serta kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.

Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret merupakan momentum global untuk menyoroti perjuangan perempuan dan pentingnya kesetaraan gender.

Mengutip laman resmi UN Women (United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women), tema Hari Perempuan Internasional 2026 adalah “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls. (Hak, Keadilan, Aksi. Untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan).”

Dalam pesan globalnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyebut hingga saat ini perempuan di dunia baru menikmati sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki laki-laki.

“Momentum Hari Perempuan Internasional harus menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan hak, perlindungan, kesempatan, dan ruang yang adil dalam pembangunan,” ujarnya.

Dia juga menyebut perempuan adalah pilar penting dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

"Ketika perempuan maju dan berdaya, maka bangsa ini juga akan semakin kuat,” katanya.

Baca juga: Hari Perempuan Internasional momentum perkuat komitmen lindungi PRT

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA tekankan perlindungan PRT

Baca juga: Resepsi Hari Perempuan Internasional digelar di Beijing

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |