InJourney nilai konflik Timur Tengah berpotensi tekan pariwisata

4 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menilai konflik geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi global berpotensi memberi tekanan terhadap sektor penerbangan dan pariwisata nasional, meski hingga kini tren wisata domestik menunjukkan pertumbuhan positif.

“Kita semua paham, kondisi energi, nilai tukar, dan situasi global pasti ada dampaknya. Tidak mungkin tidak berdampak, termasuk ke penerbangan,” ujar Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia dalam konferensi pers InJourney Hospitality dalam rangka Menyambut Kesiapan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026 di Gedung Sarinah, Senin.

Ia mengatakan dinamika global, termasuk lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar, secara umum akan berdampak pada industri transportasi dan perjalanan.

Meski demikian, ia menyebut sektor pariwisata domestik masih relatif kuat. Berdasarkan data internal, pertumbuhan wisatawan domestik pada 2025 mencapai sekitar 14,4 persen dengan pergerakan mencapai 101 juta perjalanan.

Baca juga: Grand Hotel De Jogja dihidupkan kembali sebagai Hotel Heritage

Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sekitar 1,14 juta orang pada periode yang sama.

Veronica mengatakan pihaknya berharap tren pertumbuhan tersebut dapat menjadi penopang apabila terjadi tekanan pada pasar internasional akibat situasi geopolitik.

“Kami berharap wisata domestik tetap kuat. Itu yang menjadi salah satu fondasi sektor pariwisata saat ini,” katanya.

Ia menambahkan InJourney yang mengelola ekosistem bandara, destinasi, dan perhotelan terus menyiapkan strategi berbasis kekuatan budaya dan destinasi prioritas nasional guna menjaga daya tarik wisata di tengah ketidakpastian global.

InJourney, lanjut dia, menyatakan proyeksi pergerakan wisatawan pada periode libur Lebaran 2026 masih menunjukkan tren positif seiring momentum libur panjang dan peningkatan minat perjalanan domestik.

"Wisata domestiknya relatif ke apapun yang InJourney siapkan, balik ke cultural (budaya) dan apa pun yang kami punya di budaya Indonesia. Mudah-mudahan ini tetap baik, semuanya lancar, selamat. Dan balik lagi, kami ingin sebagai penyedia jasa ini, semua orang menikmati jalan-jalan ini dengan hati yang tenang," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Lebaran dan Nyepi, InJourney siapkan strategi hotel di Bali

Baca juga: InJourney proyeksikan okupansi hotel naik 10 persen saat libur Lebaran

Baca juga: InJourney perkuat pariwisata domestik antisipasi imbas konflik Timteng

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |