Kota Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial (medsos) demi melindungi generasi bangsa dari pengaruh buruk ruang digital.
"Pemerintah Provinsi Sumbar menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Sabtu.
Mahyeldi menilai pembatasan akses medsos merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga masa depan generasi muda agar tetap tumbuh dengan karakter yang kuat, berakhlak dan memiliki fokus dalam menempuh pendidikan.
"Jangan sampai hal-hal yang dapat merusak masa depan anak-anak dibiarkan begitu saja. Ini harus kita kendalikan bersama, baik oleh orang tua, sekolah maupun masyarakat," ujar gubernur.
Eks Wali Kota Padang tersebut menjelaskan kebijakan pembatasan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Menurut Mahyeldi, langkah perlindungan terhadap anak-anak dari dampak negatif teknologi juga mulai diterapkan di lingkungan sekolah, salah satunya kebijakan yang tidak memperbolehkan siswa membawa telepon genggam ke dalam kelas.
"Sekarang di sekolah kita juga mulai mengendalikan penggunaan telepon genggam. Anak-anak tidak diperbolehkan membawa telepon genggam ke dalam kelas agar mereka bisa lebih fokus belajar," ujarnya.
Sementara itu, Izul (33) salah seorang warga di Kota Padang menilai kebijakan pemerintah pusat yang melarang anak-anak usia di bawah 16 tahun menggunakan medsos sangat tepat karena upaya melindungi anak-anak dari potensi ancaman di ruang digital.
"Sebagai orang tua, saya sangat mendukung kebijakan Komdigi yang melarang anak-anak menggunakan medsos. Ini sangat penting sekali di tengah kondisi banyak anak-anak yang kini lebih peduli dengan gawai daripada lingkungannya sendiri," ujar bapak satu anak tersebut.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































