BPS: Telur hingga cabai rawit picu kenaikan IPH jelang Lebaran

13 hours ago 4
Kalau kita perhatikan dari IPH, mayoritas adalah cabai rawit, daging ayam ras, lalu ada beberapa telur ayam ras

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, bawang merah, dan cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di tiga provinsi Indonesia pada minggu pertama Maret 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan DKI Jakarta mengalami kenaikan IPH hingga 3,39 persen, Nusa Tenggara Barat 2,67 persen ,dan Sulawesi Barat 1,41 persen. Ketiga provinsi tersebut yang mengalami kenaikan IPH paling tinggi pada periode menjelang Lebaran.

"Kalau kita perhatikan dari IPH, mayoritas adalah cabai rawit, daging ayam ras, lalu ada beberapa telur ayam ras," ujar Amalia dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Di Provinsi DKI Jakarta kenaikan IPH disumbang oleh daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit. Provinsi Nusa Tenggara Barat dipicu oleh cabai rawit, daging sapi, dan bawang merah. Sementara Provinsi Sulawesi Barat dipengaruhi oleh daging ayam ras, ikan kembung, dan cabai rawit.

Amalia menyampaikan kenaikan IPH di wilayah Pulau Sumatera disumbang oleh daging ayam ras dan daging sapi.

Di Pulau Jawa, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Sementara penyumbang andil kenaikan IPH antara lain komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.

Selanjutnya, untuk daerah di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan IPH adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras. IPH paling tinggi berada di Kabupaten Lombok Timur.

"Maka yang perlu memperoleh perhatian adalah kenaikan dari telur ayam ras, yang jumlah kabupaten/kota sampai saat ini ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH," kata Amalia.

Ia menambahkan, cabai rawit juga perlu mendapat perhatian walau hanya terjadi kenaikan di 177 kabupaten/kota. Selain itu, daging ayam ras dan bawang merah juga perlu mendapat pengawasan karena semakin banyak kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) harga rata-rata nasional hingga 6 Maret 2026 atau minggu pertama Maret, komoditas telur ayam ras tercatat Rp32.475 per kilogram (dengan harga acuan pembelian Rp30.000), cabai rawit Rp71.429 per kilogram (Rp57.000), daging ayam ras Rp41.181 per kilogram (Rp40.000) dan bawang merah Rp41.906 per kilogram (Rp41.500).

Baca juga: BPS: Jelang Lebaran 2026 harga telur di sejumlah daerah naik

Baca juga: Harga cabai dan daging ayam picu kenaikan IPH selama Ramadhan

Baca juga: PLN dan BPS bersinergi perkuat akurasi data statistik kelistrikan

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |