USK dan ILO perkuat hilirisasi nilam Aceh

1 hour ago 3

Banda Aceh (ANTARA) - Universitas Syiah Kuala bersama International Labour Organization (ILO) berkomitmen untuk memperkuat hilirisasi nilam guna menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani.

Project Manager Promise II Impact ILO Jakarta, Djauhari Sitorus di Banda Aceh, Jumat mengatakan kerja sama dengan USK melalui Atsiri Research Center (ARC) telah berlangsung sekitar empat tahun dan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengembangan kapasitas pelaku usaha dan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mempertahankan dukungan terhadap program pengembangan nilam bersama USK, dengan bentuk kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lokasi,” kata Djauhari.

Ia menjelaskan, ILO juga membuka ruang untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ia mengatakan, dukungan tersebut mencakup pelatihan pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis dan kewirausahaan, peningkatan kompetensi kelembagaan UMKM, transformasi digital, hingga fasilitasi diskusi dan koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait.

Baca juga: ARC USK: Hilirisasi nilam dalam negeri perlu diperkuat ke pasar global

Baca juga: Tim PKM-K USK raih pendanaan nasional dari inovasi nilam

Rektor USK Banda Aceh, Prof Mirza Tabrani berkomitmen untuk mengembangkan nilam sebagai salah satu bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi universitas sekaligus masyarakat.

”Pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan pelatihan, tetapi diarahkan pada pembentukan ekosistem bisnis yang mampu mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir,” ujar Mirza.

Dalam pengembangan bisnis tersebut, USK telah menyiapkan perusahaan yang nantinya menjadi wadah untuk mengelola berbagai kerja sama pengembangan nilam secara business to business (B2B).

Ia mengatakan, perusahaan tersebut dirancang dengan kepemilikan mayoritas berada pada USK.

“Kolaborasi ini semua B2B, apakah nanti membuat bisnis baru atau membuat pabrik ke depannya. Ini harus sustainable. Jadi bukan hanya training saja, tetapi terus berlanjut,” jelasnya.

Mirza menekankan bahwa keberlanjutan menjadi prinsip penting dalam pengembangan bisnis nilam.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan dan pelatihan, tetapi juga ikut memastikan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

“Kalau kita tidak buat bisnis hulu ke hilir, tidak akan bertahan. Jadi bagaimana kita di sini mengajak petani untuk menanam dan kita nanti menjual hasilnya,” katanya.

Baca juga: Inovasi nilam ARC USK Aceh dinilai bisa jadi model hilirisasi nasional

Baca juga: Garuda Indonesia dukung pengiriman minyak nilam ke Prancis

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |