Aki motor gampang tekor? Ini 8 penyebab dan cara mengatasinya

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Aki merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor karena berperan menyuplai kebutuhan listrik kendaraan. Ketika kondisinya bermasalah, gejala yang muncul bisa mengganggu performa kendaraan, mulai dari sulit di-start hingga lampu dan klakson yang melemah.

Menariknya, aki yang gampang tekor tidak selalu disebabkan oleh aki yang sudah tua. Kebiasaan penggunaan motor, aksesori tambahan hingga gangguan pada sistem pengisian juga dapat membuat daya aki cepat habis.

Karena itu, mengganti aki baru belum tentu menyelesaikan masalah jika penyebab utamanya tidak diketahui. Berikut delapan penyebab aki motor gampang tekor yang sering tidak disadari.

1. Motor terlalu lama tidak digunakan

Motor yang jarang digunakan bukan berarti aki terbebas dari penggunaan listrik. Ketika mesin dan kendaraan dalam kondisi mati, sejumlah sistem kelistrikan tertentu masih dapat membutuhkan daya.

Jika motor terlalu lama dibiarkan, daya aki perlahan dapat berkurang. Motor yang jarang digunakan bisa menjadi salah satu faktor yang dapat membuat aki lebih cepat bermasalah.

Karena itu, jika motor memang jarang dipakai, pemilik sebaiknya tetap memperhatikan kondisi aki dan melakukan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan.

2. Ada aksesori kelistrikan tambahan

Memasang aksesori seperti lampu tambahan, sistem audio atau perangkat elektronik lainnya memang bisa membuat motor terlihat lebih menarik. Namun, perangkat tersebut juga membutuhkan pasokan listrik.

Wahana Honda menyebut penggunaan aksesori tambahan secara berlebihan dapat menjadi salah satu penyebab aki motor cepat tekor. Beban listrik yang bertambah perlu diimbangi dengan kemampuan sistem kelistrikan motor.

Jadi, sebelum memasang banyak aksesori, pastikan kebutuhan dayanya sesuai dengan kemampuan sistem kelistrikan motor.

Baca juga: Yuasa beri promo 12 persen dan garansi untuk aki motor dan mobil

3. Kiprok mulai bermasalah

Kiprok atau regulator-rectifier memiliki tugas penting dalam mengatur dan menstabilkan arus listrik yang digunakan untuk mengisi aki.

Jika komponen ini bermasalah, pengisian aki bisa terganggu. Arus yang terlalu kecil dapat membuat aki kekurangan daya, sedangkan tegangan yang terlalu tinggi juga dapat merusak aki. Kerusakan kiprok disebut sebagai salah satu penyebab aki motor mudah rusak atau tekor.

Gejalanya bisa berupa lampu yang tampak redup, aki cepat drop atau motor sulit dinyalakan.

4. Spul mengalami gangguan

Selain kiprok, bagian lain dari sistem pengisian yang perlu diperhatikan adalah spul. Komponen ini menghasilkan listrik yang kemudian digunakan dalam sistem kelistrikan motor.

Jika spul mengalami masalah, proses pengisian aki juga dapat terganggu. Akibatnya, aki mungkin tidak mendapatkan pasokan daya yang cukup meskipun kondisinya masih relatif baru.

Inilah alasan mengapa aki yang baru diganti tetapi kembali tekor dalam waktu singkat sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai aki rusak.

5. Ada korsleting atau kebocoran arus

Korsleting pada sistem kelistrikan juga bisa menyebabkan daya aki tersedot secara tidak normal. Kondisi ini dapat terjadi karena masalah pada kabel, konektor, atau komponen kelistrikan tertentu.

Wahana Honda mencantumkan korsleting sebagai salah satu penyebab aki motor cepat tekor.

Masalah seperti ini sebaiknya diperiksa oleh mekanik karena sumber kebocoran arus tidak selalu mudah ditemukan hanya dengan melihat kondisi aki.

Baca juga: Berapa lama usia aki motor?

6. Stoplamp terus menyala

Hal kecil seperti stoplamp yang tidak mau mati ternyata juga dapat memengaruhi kondisi aki.

Stoplamp yang terus menyala dapat membuat aki bekerja lebih keras. Kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan switch rem belakang yang rusak atau pengaturannya berubah.

Jika lampu rem tetap menyala ketika tuas rem tidak digunakan, jangan dibiarkan terlalu lama. Sebaiknya segera periksa bagian switch dan sistem kelistrikannya.

7. Kunci kontak tidak benar-benar dimatikan

Pada motor dengan fitur kelistrikan tertentu, mematikan mesin tidak selalu berarti seluruh sistem listrik langsung berhenti bekerja.

Wahana Honda mengingatkan bahwa pada kondisi tertentu, jika mesin dimatikan melalui standar samping atau engine cut-off tetapi kunci kontak masih berada di posisi menyala, sejumlah perangkat seperti panel instrumen dan lampu dapat tetap menggunakan daya. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut dapat membuat aki cepat tekor.

Karena itu, setelah selesai menggunakan motor, pastikan kunci kontak benar-benar berada pada posisi "OFF".

8. Aki memang sudah memasuki akhir masa pakai

Terakhir, jangan lupa bahwa aki juga memiliki usia pemakaian. Kemampuan aki dalam menyimpan daya dapat menurun seiring waktu.

Aki yang sudah aus bisa lebih mudah kehilangan daya dan tidak lagi mampu menyimpan atau menerima pengisian dengan optimal. Dalam kondisi seperti ini, mengganti aki sesuai spesifikasi kendaraan dapat menjadi solusi.

Jika aki baru tetapi kembali tekor dalam waktu singkat, jangan buru-buru membeli aki lagi. Periksa terlebih dahulu sistem pengisian, kiprok, spul, kabel, serta kemungkinan adanya aksesori atau kebocoran arus yang membebani kelistrikan.

Baca juga: Empat tips mudah jaga kondisi aki motor saat jarang dipakai

Baca juga: Astra Otoparts hadirkan GS Gold, dilengkapi barcode cegah pemalsuan

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |