Menko Airlangga: Transisi energi jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi dan industrialisasi.

"Pertumbuhan ekonomi di semester satu itu sudah 5,45 persen. Indonesia dibandingkan negara ASEAN atau di negara G20 termasuk top three di atas. Dan kita bisa mencapai pertumbuhan tinggi dengan inflasi yang rendah," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Pemerintah terus mendorong transisi energi yang sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Ketahanan energi menjadi salah satu fondasi untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah dinamika global. Pemerintah melakukan diversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, antara lain melalui peningkatan pemanfaatan energi domestik serta penerapan Biodiesel 50 (B50).

Baca juga: Bappenas: Ekonomi hijau dapat menjadi motor capai pertumbuhan 8 persen

Kebijakan tersebut dinilai turut membantu menjaga stabilitas harga energi dan menahan tekanan terhadap inflasi.

Di sisi lain, investasi dan industrialisasi terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada semester I 2026 tumbuh sekitar 7,2 persen, terutama pada sektor manufaktur dan rantai pasoknya.

Pertumbuhan kebutuhan listrik dan gas serta perkembangan sektor digital, termasuk pusat data (data center), juga menunjukkan aktivitas investasi yang terus bergerak.

Pemerintah juga mendorong pengembangan energi terbarukan dan peningkatan kapasitas produksi panel surya dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi hijau industri.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |