Kapolri nilai buruh Indonesia harus perkuat daya saing global

5 days ago 182

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa buruh Indonesia harus memperkuat kemampuan daya saing di tingkat ekonomi global dengan meningkatkan kompetensi diri.

Hal itu ia sampaikan Kapolri dalam acara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di kawasan Jakarta Pusat, Jumat.

Kapolri mengatakan bahwa saat ini dunia ketenagakerjaan saat ini tengah menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi dengan adanya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik, hingga internet of things (IoT).

Di satu sisi, perkembangan teknologi berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan. Namun, di sisi lain, teknologi juga membuka peluang terciptanya berbagai lapangan kerja baru.

Maka dari itu, ia mendorong buruh untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi agar dapat bersaing di tingkat global.

"Walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan," ucapnya.

Pemimpin Korps Bhayangkara itu juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan program-program hilirisasi. Apabila industri dapat menciptakan iklim investasi yang baik, maka akan banyak membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kita mendorong industri motor ataupun mobil nasional beberapa waktu yang lalu sudah dilaksanakan groundbreaking di wilayah Bekasi dan juga di Jawa Barat. Kemudian, rencana pembangunan program PLTS yang diharapkan ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan sampai dengan 5,5 juta jiwa karena yang akan dibangun kurang lebih 100 gigawatt," jelasnya.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi hal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis.

Kapolri berharap buruh Indonesia ke depan tidak hanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah, tetapi juga mampu menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial.

"Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan," ucapnya.

Baca juga: Kapolri Listyo Sigit diangkat menjadi anggota kehormatan KSBSI

Baca juga: Kapolri dorong terciptanya hubungan industrial baik dan konstruktif

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |