LSPR-SBM ITB luncurkan Mini MBA untuk pemimpin masa depan

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - LSPR Institute of Communication and Business bersama Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) meluncurkan program untuk memperkuat kemampuan pemimpin dalam berbisnis.

Hal itu diwujudkan melalui "Mini MBA in Strategic Communication and Business Leadership" yang dirancang untuk memperkuat kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan strategi bisnis dan komunikasi.

"Kebutuhan pemimpin saat ini tidak lagi terkotak-kotak. Keberhasilan eksekusi strategi bisnis sangat bergantung pada seberapa efektif pemimpin mampu menyelaraskan tindakan dengan harapan pemangku kepentingan," kata Founder & CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani di Bekasi Timur, Jumat.

Menurut Prita, program ini untuk menjawab kebutuhan kepemimpinan di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar, dan tuntutan pemangku kepentingan yang semakin kompleks.

LSPR Institute dan SBM ITB memandang, keputusan bisnis yang tepat belum tentu menghasilkan keberhasilan apabila tidak memperoleh dukungan dari karyawan, pelanggan, investor, regulator, maupun publik.

Sementara itu, LSPR Institute menghadirkan pengalaman di bidang komunikasi strategis, reputasi korporat, komunikasi krisis, dan pengelolaan pemangku kepentingan.

Kolaborasi ini dapat merancang strategi yang tidak hanya memiliki nilai finansial, tetapi juga memperoleh dukungan dari ekosistem bisnisnya.

Prita menjelaskan, program "Mini MBA" ini mengintegrasikan empat bidang kompetensi utama, yakni strategi bisnis dan pengambilan keputusan, inovasi dan penciptaan nilai, komunikasi strategis dan stakeholder engagement, serta reputasi, merek, dan komunikasi krisis.

Melalui kombinasi empat bidang tersebut, peserta diharapkan dapat melihat persoalan bisnis secara lebih menyeluruh.

"Pemimpin masa depan tidak cukup hanya mampu menentukan ke mana bisnis harus pergi. Mereka juga harus mampu membuat orang percaya mengapa bisnis harus pergi ke sana," ucap Prita.

Peserta tidak hanya dituntut mampu membaca kondisi pasar dan menemukan peluang bisnis, tetapi juga memahami dampak keputusan terhadap manusia, organisasi, reputasi, dan hubungan dengan para pemangku kepentingan.

Program tersebut menyasar manajer senior, kepala unit bisnis, pimpinan komunikasi korporat, profesional hubungan masyarakat, dan calon pemimpin.

"Kemampuan bisnis dan komunikasi semakin sulit dipisahkan dalam menghadapi kebutuhan kepemimpinan saat ini," kata Ketua Tim Program Mini MBA LSPR x SBM ITB sekaligus Dekan Fakultas Bisnis LSPR Institute, Yuliana Riana Prasetyawati.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM ITB Donald Crestofel Lantu menyampaikan, komunikasi yang berdampak dapat mendukung strategi bisnis.

"Pemimpin transformatif adalah mereka yang mampu menghubungkan hal-hal yang sering dipisahkan: strategi dan komunikasi, bisnis dan masyarakat, kinerja dan tujuan, pengambilan keputusan dan kepercayaan, serta pemikiran dan tindakan," jelas Donald.

Menurut dia, program ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan pemimpin masa depan yang harus bisa melihat peluang bisnis, menciptakan inovasi, mengartikulasikan visi, mengelola reputasi, dan pemangku kepentingan secara holistik.

Donald berharap, program ini mampu menciptakan pemimpin yang bisa menjelaskan alasan dibali keputusan dan membuat orang lain percaya bergerak bersama.

"Pemimpin masa depan tidak cukup hanya mampu menentukan ke mana bisnis harus pergi. Mereka juga harus mampu membuat orang percaya mengapa bisnis harus pergi ke sana," ucap Donald.

Baca juga: LSPR hadirkan media SADARI berbasis AI bagi remaja berkebutuhan khusus

Baca juga: Program SAPA Lansia dorong pemberdayaan warga lansia melalui batik

Baca juga: ‎LSPR gelar Lensa Sinema Melati perkenalkan film kepada anak muda

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |