Tren pernikahan 2026 dorong pasangan pilih konsep yang lebih personal

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Tren pernikahan pada 2026 menunjukkan kecenderungan pasangan untuk memilih konsep yang lebih personal dan disesuaikan dengan karakter serta cerita mereka, termasuk dalam menentukan dekorasi, busana, dokumentasi, hingga kebutuhan pengelolaan tamu.

Bridestory Market kami hadirkan sebagai ruang bagi para calon pengantin untuk tidak hanya menemukan vendor, tetapi juga menemukan ide, inspirasi, dan pengalaman yang membantu mereka membayangkan wedding journey mereka secara lebih utuh. Kami ingin membuat proses wedding planning terasa lebih menyenangkan, mudah, dan penuh dengan discovery yang insightful,” kata CEO Bridestory Ayunda Wardhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Kecenderungan tersebut terlihat dalam pameran pernikahan yang berlangsung di Hall 3-3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 3 sampai 6 September 2026. Di mana kebutuhan pernikahan semakin kompleks dan mendetail.

Baca juga: Sasa tampilkan perhiasan hasil kristalisasi MSG di Bridestory Market

Dalam acara itu, dihadirkan pilihan mulai dari venue, bridal, gaun dan jas pengantin, kue dan katering, dekorasi, fotografi dan videografi, makeup artist, wedding organizer, hingga entertainment. Terdapat pula layanan kesehatan dan kecantikan untuk kebutuhan perawatan sebelum pernikahan.

Keberagaman kebutuhan tersebut membuat calon pengantin dapat melihat portofolio secara langsung, berkonsultasi, serta membandingkan pilihan berdasarkan kebutuhan, anggaran, dan konsep pernikahan yang mereka inginkan.

Dari sisi estetika, salah satu referensi tren yang diangkat dalam pameran tersebut adalah Petal Dreamscape, yang mengambil inspirasi dari taman bunga. Konsep itu memadukan palet warna lembut, elemen floral artistik, dan sentuhan modern.

Baca juga: 50 vendor meriahkan pameran "wedding" di Semarang 21-23 Agustus

Nuansa tersebut diterapkan di sejumlah area, antara lain entrance, main alley, dan photo booth. Para vendor juga menerjemahkan tema tersebut melalui dekorasi dan styling dengan pendekatan masing-masing.

Selain aspek visual, perencanaan pernikahan juga mencakup pengelolaan tamu dan kebutuhan teknis lainnya. Dalam pameran tersebut, terdapat layanan yang menangani perencanaan dan penyelenggaraan pernikahan serta pengelolaan tamu yang mencakup undangan digital, wedding website, administrasi RSVP, dan QR check-in.

Baca juga: JHL Collection buat konsep 4 musim untuk inspirasi tema pernikahan

Fatahillah Ginting dari Fatahillah Ginting Photography mengatakan adanya interaksi dengan pasangan membantu mengenali lebih dekat kebutuhan calon pengantin sekaligus memperkenalkan pendekatan dalam dokumentasi pernikahan.

Sementara itu, kegiatan tersebut juga menyediakan area kuliner Market & Museum yang diisi lebih dari 50 tenant makanan dan minuman. Area tersebut menjadi tempat bagi pengunjung untuk beristirahat di sela kegiatan mencari kebutuhan dan referensi pernikahan.

Pameran pernikahan itu menghadirkan lebih dari 420 vendor dari lebih dari 20 kategori.

Baca juga: Aryaduta gelar pameran pernikahan berkonsep multikultural

Baca juga: "Floral Wonders" jadi tema utama pameran pernikahan Bridestory 2024

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |