Jakarta (ANTARA) - Tawuran antarwarga kembali terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin pagi sehingga menyebabkan kemacetan panjang lebih dari 2 kilometer (km).
"Terganggu, ganggu banget, mana hari Senin, orang mulai beraktivitas, pagi-pagi pula, malah macet panjang begini karena ada tawuran," kata salah seorang pengendara motor Alwan (32) di lokasi kejadian, Jakarta Timur, Senin.
Aksi saling serang terjadi sejak pagi hari dan membuat arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cipinang lumpuh total.
Bentrokan yang melibatkan warga Kebon Singkong, Klender, dengan warga Cipinang Jagal, Pulogadung, itu membuat para pengendara motor maupun mobil terpaksa berhenti dan menunggu situasi aman sebelum melintas di lokasi.
Kedua kelompok warga terlihat saling menyerang menggunakan senjata tajam, lemparan batu, dan petasan. Situasi mencekam membuat pengguna jalan memilih menepi agar tidak terkena serangan.
Menurut Alwan, bentrokan antarwarga bukan hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat yang hendak bekerja.
"Aksi yang tidak bermanfaat seperti ini yang seharusnya bisa langsung ditindak tegas biar gak terulang," ujar Alwan.
Sementara itu, pengendara motor lainnya Rio (40) mengatakan tawuran di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai memang tidak terjadi setiap hari, namun cukup sering sehingga membuat masyarakat resah. Kemacetan yang ditimbulkan juga dinilai merugikan para pengguna jalan.
"Iya, tidak setiap hari tawurannya. Maksudnya, jarang-jarang, cuma kan kayak gini kan macet, kan rugi tetap buat masyarakat atau pengguna jalan," ucap Rio.
Baca juga: Polres Jaktim patroli skala besar antisipasi begal hingga tawuran
Sebagai pengguna jalan yang hampir setiap hari melintas di kawasan tersebut, dia pun berharap aparat dapat mengambil langkah tegas terhadap para pelaku tawuran sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
"Ya, mudah-mudahan semua ditindak tegas, lah. Jadi, kita kerja tuh tidak terganggu gitu sama aksi-aksi yang begini," tutur Rio.
Kemacetan panjang tampak mengular hingga lebih dari 2 km. Kendaraan dari arah Bekasi menuju Cipinang nyaris tidak bergerak selama tawuran itu berlangsung.
Sejumlah pengendara bahkan memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi bentrokan.
Petugas gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan untuk membubarkan tawuran tersebut. Setelah lebih dari satu jam, aparat berhasil mengendalikan situasi dengan menggunakan gas air mata untuk memukul mundur kedua kelompok warga.
Warga sekitar mengaku resah lantaran tawuran itu disebut kerap terjadi pada pagi hari di lokasi tersebut. Mereka berharap aparat keamanan dapat meningkatkan penjagaan agar bentrokan serupa tidak kembali terulang.
Meskipun di kawasan tersebut telah didirikan posko gabungan dan dijaga oleh aparat, kedua kelompok warga itu disebut masih sering melakukan tawuran saat petugas lengah. Kondisi ini membuat masyarakat meminta adanya pengawasan yang lebih ketat, terutama pada jam-jam rawan pagi hari.
Selain mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan, tawuran juga dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. Warga berharap pemerintah dan aparat keamanan segera menemukan solusi permanen untuk menghentikan konflik antarwarga yang terus berulang di kawasan tersebut.
Baca juga: Polisi tangkap dua remaja bawa sajam yang hendak tawuran saat patroli
Baca juga: Pemkot Jaktim libatkan 100 pelajar dalam dialog pencegahan tawuran
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































