Bupati Mimika : Temu alumni Binterbusih perkuat sinergi bangun Papua

2 hours ago 3

Timika (ANTARA) - Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan temu alumni Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi membangun tanah Papua.

Johannes Rettob di Timika, Jumat mengatakan sejak yayasan ini berdiri telah mencetak generasi muda Papua menjadi pemimpin di tanah Papua mulai di tingkat daerah hingga nasional.

"Bapak ibu sekarang luar biasa, memegang semua profesi di tanah Papua dan punya pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat dan generasi muda Papua. Saya berharap alumni ini menjadi mitra pemerintah di semua daerah dan memberikan kontribusi untuk pembangunan di daerah masing-masing," ujarnya.

Pertemuan alumni ini juga menjadi sebuah gerakan bersama membangun kolaborasi untuk bersama-sama membangun tanah Papua melalui kolaborasi dan karya nyata untuk masyarakat Papua.

Ia mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri pemerintah harus bekerja dengan semua pemangku kepentingan untuk membangun satu daerah untuk menjadi lebih maju. "Hari ini saya secara khusus menyampaikan kepada alumni Binterbusih, kita bekerja sama dan selalu berkoordinasi dan ini menjadi dasar kita membangun daerah kita," ujarnya.

Baca juga: YPMAK jajaki kerja sama dengan RS di Jawa tangani pasien rujukan

Direktur Yayasan Binterbusih Pascalis Abner mengatakan kegiatan temu alumni ke-V Yayasan Binterbusih se tanah Papua ini juga dirangkaikan dengan bedah buku yang ditulis oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih Paul Sudiyo. Kegiatan akan dilanjutkan dengan ibadah syukur Sabtu (5/9).

"Ibadah syukur 50 tahun karya Bapak Paul Sudiyo untuk generasi muda Papua dan kemudian syukur karena bulan Meret kemarin beliau genap berusia 75 tahun," ujarnya.

Pascalis mengatakan tahun syukur ini juga para alumni juga mensyukuri apa yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di Pulau Jawa bersama Yayasan Binterbusih.

"Tetapi sekaligus setelah sampai di Papua bagaimana peran serta alumni untuk menjadi mitra pemerintah dan menjadi sarana untuk menggerakkan masyarakat dalam segala di seluruh tanah Papua ," ujarnya.

Ketua Panitia temu alumni ke-V Yayasan Binterbusih Nenu Tabuni mengatakan temu alumni dipusatkan di Provinsi Papua Tengah dimana Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak menjadi tua rumah.

"Kami sudah melakukan persiapan kegiatan ini kurang lebih tujuh bulan sampai dengan hari ini sampai dengan besok menjadi puncak dari kegiatan ini," ujarnya.

Ada beberapa agenda penting yang akan menjadi prioritas yakni temu alumni dan bedah buku karya Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih Paul Sudiyo, kemudian dilanjutkan syukuran dan doa 50 tahun pengabdian Paul Sudiyo di tanah Papua .

Baca juga: SATP catat lima alumnus lanjutkan studi ke luar negeri dalam dua tahun

"Beliau seorang tokoh yang ada di tanah Papua, mendidik anak-anak Papua dengan tidak membeda-bedakan anak Papua mulai dari pesisir hingga pegunungan dan hasilnya kami bergabung kurang lebih 600 orang tersebar di enam provinsi, dan Mimika dan Puncak ini jadi alumni terbanyak,"ujarnya.

Ia mengatakan dalam pertemuan ini juga ada beberapa hal penting yang akan dibicarakan untuk membangun tanah Papua, selain itu para alumni berkomitmen membentuk satu organisasi alumni agar ke depan dapat bersama-sama membangun Papua.

"Kami juga akan melakukan pemilihan ketua umum, karena kami mau agar ini menjadi satu organisasi dimana kepengurusannya dimulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten sehingga wadah mempersatukan kami untuk membangun sumber daya manusia ke depan,"ujarnya.

Alumni Yayasan Binterbusih saat ini tersebar di enam provinsi di tanah Papua dan telah memegang sejumlah jabatan penting di tanah Papua mulai dari gubernur, bupati, pejabat pemerintahan, politisi,Ketua dan anggota DPR dari kabupaten hingga provinsi, pengusaha, pemimpin lembaga agama dan adat.

Baca juga: YPMAK evaluasi program Kampung Sehat di Kampung Ohotya

Baca juga: Beasiswa YPMAK siapkan SDM Mimika untuk bangun daerah

Pewarta: Marselinus Nara
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |