Purbaya: Pemangkasan anggaran pertahanan opsi jika fiskal tertekan

16 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan pemerintah membuka opsi untuk memangkas anggaran pertahanan dan kepolisian apabila kondisi fiskal dan target defisit anggaran mengalami tekanan.

Namun demikian, Purbaya mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan untuk mengalihkan sebagian anggaran pertahanan dan kepolisian.

"Belum. Tapi begini, hitungan anggaran posnya besar. Kalau memang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas," kata Purbaya usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Purbaya menekankan bahwa kondisi tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi keuangan negara saat ini masih dalam kondisi aman.

"Tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah akan menghemat anggaran guna menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Apabila diperlukan, Presiden Prabowo siap memangkas anggaran pertahanan dan kepolisian.

"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien, bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Presiden Prabowo saat Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Baca juga: APBN 2026 jadi ujian konsistensi kemandirian industri pertahanan

Baca juga: Komisi I disebut setujui anggaran Rp 187,1 triliun untuk Kemenhan

Baca juga: Komisi I DPR awasi penggunaan anggaran pertahanan dalam RAPBN 2026

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |