Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan orang tua bahwa pemahaman mengenai kesehatan reproduksi perlu diberikan kepada anak sejak dini sesuai siklus hidupnya agar dia mampu menjaga kesehatannya.
"Sesuai tahapan siklus hidup agar setiap individu mampu menjaga kesehatannya dan mengambil keputusan yang tepat bagi tubuhnya, serta berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan harmonis," kata Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam seminar daring "Satu Atap, Satu Visi: Mengenal Kesehatan Reproduksi Keluarga Berdasarkan Siklus Hidup" di Jakarta, Selasa.
Dwi mengatakan, kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kualitas hidup seseorang pada sepanjang umurnya dan keluarga merupakan lingkungan pertama dan yang utama dalam membentuk perilaku hidup sehat termasuk kesehatan reproduksi.
Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas dan sejahtera.
Menurut dia, pendidikan kesehatan reproduksi perlu dimulai dari rumah, tidak menunggu dari saat sekolah, atau saat bertemu petugas kesehatan.
Orang tua, tambah Dwi, berperan penting termasuk dalam mengenalkan kepada anak batasan tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, kemudian cara melindungi diri, dan menanamkan bahwa pemahaman kesehatan reproduksi penting agar anak tumbuh dengan percaya diri sendiri.
"Itu juga menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dan, anak juga bisa menjaga dirinya," ucapnya.
Dengan pengetahuan yang tepat, kata Dwi, setiap individu dan keluarga dapat mengambil keputusan yang sehat, bertanggung jawab, serta mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas.
Baca juga: Kiat jaga kesehatan reproduksi perempuan saat menstruasi
Baca juga: DKI tingkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi
Baca juga: Pria juga perlu tingkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































