Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendorong penguatan pengawasan hutan dengan memanfaatkan teknologi terkini seperti drone untuk mempercepat deteksi berbagai persoalan di lapangan.
Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pemanfaatan teknologi berupa drone, dinilai dapat membantu petugas memperoleh data dan memetakan kondisi hutan secara lebih cepat dan akurat.
“Kita butuh teknologi. Drone salah satunya, bagaimana kemudian membantu pasukan darat (Tim Unit Pelaksana Teknis/UPT Kemenhut) untuk mengidentifikasi problem-problem yang muncul di lapangan,” ujar Raja Antoni.
Menurut Menhut, penguatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kecepatan pemantauan kawasan hutan.
Baca juga: Kemenhut: Penerbitan kredit karbon dukung pembangunan berkelanjutan
Teknologi drone pun ia nilai dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi indikasi pembalakan liar, pembukaan lahan, aktivitas pertambangan ilegal, hingga hot spot secara lebih cepat.
“Kebutuhan adalah kebutuhan kecepatan kita untuk membantu pasukan darat (tim UPT Kemenhut) kita, dibantu dengan teknologi yang bisa mendeteksi hot spot, pembukaan lahan, illegal logging, hingga illegal mining,” kata dia.
Lebih lanjut ia menambahkan, pemantauan secara rutin memungkinkan potensi gangguan di kawasan hutan dapat diketahui sejak dini.
Data dan informasi yang diperoleh dari pemantauan tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan atau unit teknis terkait untuk ditindaklanjuti.
Baca juga: Kemenhut pastikan revisi aturan pengelolaan hutan berkelanjutan
Menhut Raja Antoni menyebut teknologi drone termal dapat mendukung pemantauan hot spot maupun satwa.
Selain itu, ia mengatakan Kementerian Kehutanan juga akan mengevaluasi efektivitas perangkat drone yang telah dimiliki oleh unit-unit terkait, termasuk bidang planologi dan konservasi sumber daya alam dan ekosistem (KSDAE), sebelum menentukan kebutuhan penguatan atau peningkatan teknologi.
“Ini alat yang sudah existing kita evaluasi efisiensinya seperti apa, kalau memang ada pengadaan lagi misalkan apakah mungkin ini bisa mengkompensasikan atau mengupgrade apa yang kita sudah miliki,” ujar Menhut.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































