Kemendag-Universitas Sahid perkuat strategi diplomasi perdagangan RI

16 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Universitas Sahid memperkuat strategi diplomasi perdagangan Indonesia guna meningkatkan daya saing nasional, memperluas kerja sama internasional, dan membuka peluang ekonomi di pasar global.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan komunikasi menjadi dasar terciptanya saling pengertian sekaligus fondasi membangun kepercayaan dan memperkuat kemitraan dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional yang terus berkembang.

"Bagi Kementerian Perdagangan, komunikasi strategis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diplomasi ekonomi. Komunikasi strategis mendukung negosiasi perdagangan, mempromosikan produk dan jasa Indonesia," kata Wamendag di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamendag secara daring saat membuka seminar internasional bertajuk "Strategic Communication in Strengthening International Trade and Tourism Cooperation" yang diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Sahid bersama Kemendag di Jakarta.

Menurut Dyah Roro, perekonomian global berkembang sangat cepat seiring meluasnya perdagangan digital, semakin beragamnya rantai pasok, serta meningkatnya persaingan antarnegara yang bertumpu pada kredibilitas dan kepercayaan.

Ia mengatakan komunikasi strategis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diplomasi ekonomi karena mendukung negosiasi perdagangan sekaligus mempromosikan produk dan jasa Indonesia ke pasar internasional.

Selain itu, komunikasi strategis juga mendorong dunia usaha memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan agar kerja sama internasional mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperluas kesempatan berusaha.

Dia menegaskan komunikasi mampu mengubah kebijakan menjadi implementasi, perjanjian menjadi peluang usaha, dan kemitraan menjadi kemakmuran berkelanjutan bagi Indonesia melalui diplomasi ekonomi yang efektif.

Ia menjelaskan perdagangan dan pariwisata memiliki hubungan saling mendukung karena perdagangan memperkenalkan produk Indonesia kepada dunia, sedangkan pariwisata memperkenalkan kekayaan dan identitas bangsa Indonesia.

Menurut dia, komunikasi yang efektif disertai kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan mitra internasional akan memperkuat daya saing Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, dia berharap seminar internasional tersebut menghasilkan gagasan praktis dan rekomendasi konkret untuk memperkuat diplomasi perdagangan Indonesia, meningkatkan kerja sama internasional, serta membuka peluang lebih luas bagi dunia usaha.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mengedepankan semangat gotong royong dalam memperkuat kemitraan agar Indonesia semakin kompetitif serta terhubung dengan perekonomian global.

"Saya sangat yakin kita dapat bekerja sama dalam mewujudkan masa depan yang ingin kita lihat, khususnya di bidang perdagangan, di bidang pariwisata, serta berbagai bidang lainnya," katanya.

Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid, Prasetya Yoga Santoso berbicara dalam seminar internasional bertajuk "Strategic Communication in Strengthening International Trade and Tourism Cooperation" yang diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Sahid bersama Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/Harianto

Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Prasetya Yoga Santoso menekankan peran komunikasi strategis sebagai instrumen penting dalam membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Menurut dia, komunikasi strategis tidak hanya berperan dalam proses negosiasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan, menyelaraskan kepentingan para pemangku kepentingan, serta memastikan implementasi kerja sama internasional sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Keberhasilan kerja sama internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan dan perjanjian, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada tujuan bersama," katanya.

Lebih lanjut Prasetya mengatakan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi internasional menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus menciptakan peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Melalui seminar internasional itu, Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid, khususnya Angkatan 35 (DIK 35), menunjukkan komitmen untuk menghadirkan forum akademik yang relevan dengan isu-isu strategis nasional dan global.

Adapun diskusi panel dalam forum itu menghadirkan narasumber dari pemerintah, mitra internasional, dunia usaha, dan akademisi.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |