IHSG menguat di tengah "wait and see" arah kebijakan BI

9 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

IHSG dibuka menguat 41,79 poin atau 0,67 persen ke posisi 6.273,57. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,25 poin atau 1,00 persen ke posisi 634,00.

"Diperkirakan IHSG berpotensi uji level resistance di 6.250-6.300, meskipun perlu diwaspadai potensi profit taking," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI diselenggarakan pada Selasa ini dan Rabu (22/7/2026), dengan salah satu agenda adalah menentukan kebijakan BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen atau telah dinaikkan sebanyak tiga kali dengan total 100 basis poin (bps) sepanjang 2026.

Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI), nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru mencapai 93,08 persen pada kuartal II 2026 atau meningkat dibandingkan posisi 38,74 persen pada kuartal I 2026, serta lebih tinggi dari sebesar 85,22 persen pada kuartal II 2025.

Penyaluran kredit modal kerja mencatatkan SBT tertinggi sebesar 94,34 persen, diikuti kredit investasi sebesar 93,51 persen dan kredit konsumsi sebesar 83,67 persen.

Meskipun demikian, BI mencatat bahwa perbankan menerapkan standar pemberian kredit yang lebih ketat pada kuartal II 2026.

Kenaikan pemberian kredit itu mengindikasikan aktivitas ekonomi pada kuartal II 2026 masih ekspansif seiring dengan kenaikan permintaan akan kredit.

Dari mancanegara, eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak mentah, meskipun sentimen sempat membaik setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membangkitkan harapan akan penyelesaian diplomatik.

Meningkatnya konflik itu telah menambah ketidakpastian pasar di tengah kekhawatiran investor terhadap valuasi saham terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

"Jika harga minyak bertahan di level tinggi pada waktu yang lama, akan mendorong kenaikan kembali inflasi AS, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Ratna.

Sementara itu, Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama pada level terendah sepanjang masa selama 14 bulan berturut-turut di level 3 persen untuk tenor 1 tahun dan 3,5 persen untuk tenor 5 tahun.

Meskipun data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II 2026 melambat, namun PBoC lebih cenderung berhati-hati di tengah konflik di kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung.

Pada perdagangan Senin (20/7/2026) kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,71 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,06 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,02 persen.

Bursa Wall Street di AS kompak melemah pada Senin (20/7/2026), di antaranya Indeks S&P 500 melemah 0,19 persen ke level 7.443,28, indeks Nasdaq Composite melemah 0,05 persen ke 25.508,07, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,59 persen ke 51.839,26.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain menguat 2,11 persen ke 65.490,00, indeks Shanghai melemah 0,41 persen ke 3.780,72, indeks Hang Seng melemah 0,20 persen ke 25.081,00, indeks Kospi melemah 3,01 persen ke 6.714,54, dan indeks Strait Times menguat 0,60 persen ke 5.532,12.

Baca juga: IHSG Selasa dibuka menguat 41,79 poin ke posisi 6.273

Baca juga: IHSG ditutup menguat di tengah "wait and see" arah kebijakan bunga BI

Baca juga: IHSG menguat seiring momentum musim laporan keuangan semester I

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |