Venezuela: Sebagian besar tim keamanan Maduro tewas dalam operasi AS

1 day ago 7

Washington (ANTARA) - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan sebagian besar tim keamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi Amerika Serikat.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (4/1) Padrino menuduh personel militer AS yang melaksanakan operasi tersebut telah membunuh dengan kejam sebagian besar tim keamanan Maduro, para prajurit, dan warga sipil yang tidak bersalah. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah korban.

Padrino juga menyebut Maduro sebagai pemimpin yang otentik dan sah bagi negara tersebut.

Pernyataan Padrino tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa tindakan militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga berjanji akan menegaskan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu dengan pasukan AS jika diperlukan.

Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke Amerika Serikat dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York sambil menunggu dakwaan terkait narkoba, telah menolak tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya.

Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya segera.

“Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” tambahnya.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara.

Padrino juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez.

“Kami sepenuhnya mendukung Dekret Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional yang sebelumnya telah ditandatangani,” ucapnya.

Padrino menambahkan bahwa angkatan bersenjata negara itu akan terus menggunakan seluruh kemampuan yang tersedia untuk keamanan, pemeliharaan ketertiban internal, dan pelestarian perdamaian.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Rusia sebut aksi Trump di Venezuela ilegal, miliki konsekuensi

Baca juga: Korea Utara kecam serangan AS di Venezuela

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |