Tim gabungan selidiki kasus penembakan terhadap warga di Dekai

1 hour ago 3

Jayapura (ANTARA) - Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Polres Yahukimo tengah menyelidiki penembakan warga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

"Sedang diselidiki oleh tim gabungan," kata Wakasatgas Humas ODC AKBP Adria saat dihubungi dari Jayapura, Kamis.

Dijelaskan, KKB dilaporkan melakukan penembakan terhadap S (54), di kawasan Ruko Blok A, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

"Penembakan terjadi saat korban hendak membuka tempat usahanya," katanya.

Wakasatgas Humas ODC mengatakan, dari laporan yang diterima terungkap penembakan terjadi saat korban berada di depan untuk membuka ruko dan melihat dua orang tak dikenal (OTK) yang berboncengan menggunakan sepeda motor tampak melintas di sekitar lokasi.

Kemudian, pelaku mendekati korban dan salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata api rakitan dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban.

"Tembakan tidak mengenai korban, namun merusak bagian spidometer sepeda motor milik korban,” kata AKBP Adria.

Dikatakan, setelah menerima laporan, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, memeriksa korban dan saksi, serta melaksanakan patroli dan penyisiran di seputar Kota Dekai guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

"Polisi juga sudah meminta keterangan dari para saksi," kata AKBP Adria.

Sebelumnya KKB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan terhadap tiga warga sipil yakni Senin (27/4) menimpa RK (29 th) dan Selasa (28/4) dua orang mengalami luka tembak yaitu AA (26) dan NM (36).

Baca juga: Pemprov siapkan trauma healing bagi anak korban penembakan di Puncak

Baca juga: Pemprov Papua Tengah libatkan 4 OPD tangani korban tragedi di Puncak

Baca juga: Semua pihak diajak kerja sama untuk ciptakan damai di Papua

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |