Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan sebanyak tiga geopark Indonesia meraih status “green card” dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Unesco memberikan status “Green Card” kepada sejumlah UNESCO Global Geopark (UGGp) yang berhasil melewati proses revalidasi, termasuk diantaranya ialah Geopark Rinjani, Toba Caldera dan Ciletuh.
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kemendikdasmen Ananto Kusuma Seta dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis menyampaikan apresiasi atas keberhasilan proses revalidasi UGGp untuk Rinjani, Toba Caldera dan Ciletuh–Pelabuhanratu.
“Sebagai negara dengan jumlah UGGp terbanyak ketiga di dunia, Indonesia telah membuktikan mampu menjaga dan mengelola untuk pembangunan berkelanjutan. Selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang membantu keberhasilan membanggakan ini,” kata Ananto.
Ia menjelaskan UGGp merupakan area geografis tunggal dan terpadu dimana situs dan lanskap yang dengan signifikansi geologis internasional dikelola melalui konsep holistik tentang perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Pemerintah siapkan opsi dalam mengajukan seni ukir ke UNESCO
Dalam hal ini, lanjutnya, UNESCO memberikan pengakuan atas kinerja berkelanjutan UGGp dalam melindungi warisan alam sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di komunitas lokal sekitar kawasan.
Ketiga UGGp asal Indonesia tersebut berhasil menyelesaikan proses revalidasi pada tahun 2025.
Pada kesempatan yang sama, UNESCO Chief of the Section for Earth Sciences and Geoparks Kristof Vandenberghe memberikan apresiasi sekaligus menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi jaringan UGGp secara global saat ini.
“Tantangan utama yang dilaporkan oleh para Geopark adalah pendanaan dan keberlanjutan finansial, kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap keahlian dan kolaborasi internasional, kapasitas pendidikan dan penjangkauan publik, kapasitas pemerintah dan kelembagaan serta infrastruktur dan aksesibilitas,” kata Kristof Vandenberge.
Kristof Vandenberghe juga menyatakan kesiapan UNESCO untuk mendukung pengembangan UGGp secara berkelanjutan, mencakup pelatihan dan peningkatan kapasitas, fasilitas kolaborasi internasional, akses terhadap sumber pendanaan, panduan dan peralatan operasional serta visibilitas dan advokasi yang lebih kuat bagi seluruh anggota jaringan global.
Baca juga: Kemenpar dukung Geopark Ngarai Sianok untuk dapat pengakuan UNESCO
Baca juga: Geopark Rinjani-Lombok kembali kantongi Kartu Hijau dari UNESCO
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































