UI juara bidang kesehatan pada ALMI Thesis Awards 2025

21 hours ago 26
Penelitian yang dilakukan Yohan berangkat dari permasalahan kanker kolorektal yang masih menjadi tantangan kesehatan global

Depok (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Yohan Baptista Adidharma Wilie, lulusan Program Sarjana Fakultas Farmasi UI 2024, meraih Predikat Terbaik I Bidang Kesehatan pada ALMI Thesis Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia.

Dekan Fakultas Farmasi UI, Prof Silvia Surini, di Depok, Kamis, mengatakan prestasi ini menunjukkan bahwa riset mahasiswa FFUI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata di bidang kesehatan.

"Kami berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan hingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan terapi dan ilmu kefarmasian,” ungkapnya.

Ia mengatakan, capaian ini menjadi bukti komitmen Fakultas Farmasi UI dalam mendorong budaya riset unggul di kalangan mahasiswa, sekaligus memperkuat peran generasi ilmuwan muda dalam menjawab tantangan kesehatan dan pembangunan bangsa.

Baca juga: Indofarma siap lanjutkan upaya restrukturisasi di 2026

ALMI Thesis Awards merupakan ajang apresiasi karya tulis ilmiah lulusan sarjana dari seluruh Indonesia yang terbagi ke dalam lima klaster ilmu, yaitu Ilmu Alam, Kesehatan, Sosial Humaniora, Teknik dan Pendidikan.

Pada 2025 menjadi tahun ketiga penyelenggaraan ajang ini dengan tingkat persaingan yang semakin ketat.

Pada kompetisi tersebut, Yohan mempresentasikan tugas akhir berjudul “Pengembangan Nanostructured Lipid Carrier sebagai Sistem Penghantaran Nifedipin Tertarget Kolon untuk Kanker Kolorektal” di bawah bimbingan Dr Raditya Iswandana, dan Delly Ramadon.

Penelitian yang dilakukan Yohan berangkat dari permasalahan kanker kolorektal yang masih menjadi tantangan kesehatan global.

Baca juga: Indofarma siap lanjutkan upaya restrukturisasi di 2026

Data 2020 menunjukkan terdapat sekitar 1,9 juta kasus baru dan 0,9 juta kematian akibat kanker kolorektal di seluruh dunia. Terapi kemoterapi yang selama ini digunakan diketahui memiliki berbagai keterbatasan, seperti efek samping yang tinggi, respon terapi yang rendah, serta potensi terjadinya resistensi obat.

Melalui penelitiannya, Yohan mengkaji pendekatan repurposing obat dengan menjadikan nifedipin sebagai kandidat, yang kemudian dikembangkan dalam sistem penghantaran tertarget kolon berbasis nanostructured lipid carrier (NLC).

Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas terapi dengan menghantarkan obat secara lebih spesifik ke lokasi target, sehingga diharapkan dapat mengurangi efek samping sistemik dan meningkatkan respon pengobatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi NLC berhasil dikembangkan dengan baik. Penelitian ini selanjutnya masih terus dilanjutkan oleh mahasiswa lain untuk tahap pembuktian in vivo serta evaluasi efek terapi yang dihasilkan.

Proses seleksi ALMI Thesis Awards 2025 diikuti oleh 209 kandidat dan meliputi tahapan seleksi administrasi, wawancara substansi, hingga final pitching.

Yohan berhasil melaju hingga tahap final pitching yang diselenggarakan di Makassar pada 8–9 Desember 2025 dan mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan dewan juri serta peneliti dari berbagai institusi. Atas kualitas ilmiah dan relevansi risetnya, Yohan ditetapkan sebagai terbaik pertama pada klaster kesehatan.

Baca juga: BPOM: Pancasila Pharmaceutical Industry kuatkan inovasi farmasi RI

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |