Kemdiktisaintek perkuat kolaborasi pendidikan tinggi dengan Singapura

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama bidang riset dan pendidikan tinggi bersama pemerintah Singapura.

Berbagai peluang kolaborasi yang mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, pelatihan sumber daya manusia, serta pengembangan bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan (AI), nanoteknologi, energi terbarukan, dan keberlanjutan lingkungan dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng di Jakarta pada Rabu (31/12/2025).

"Kami benar-benar ingin belajar banyak hal dari Singapura, khususnya bagaimana mengembangkan universitas dan riset. Kami ingin membawa universitas-universitas kami untuk terus bertumbuh dan belajar dari universitas terkemuka seperti National University of Singapore (NUS)," kata Mendiktisaintek melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Dongkrak APK kuliah, Kemdiktisaintek dorong PTS kolaborasi dengan PTN

Menteri Brian menekankan kerja sama internasional harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan penguatan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan politeknik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak.

Sementara Dubes Kwok Fook Seng menyambut baik komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan Singapura untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi dan riset yang saling menguntungkan.

Diketahui, pertemuan itu menyepakati bahwa hubungan antarinstitusi pendidikan tinggi Indonesia dan Singapura telah berjalan baik di berbagai level.

Baca juga: Kemdiktisaintek minta PTN dapatkan sumber lain guna perkecil nilai UKT

Kolaborasi ini akan terus diperluas melalui pendekatan people-to-people contact, termasuk mendorong dosen dan profesor senior Singapura untuk menjadi mentor dan visiting professor di perguruan tinggi Indonesia, serta memperluas riset bersama yang berorientasi pada solusi.

Pertemuan juga menyoroti pentingnya program pertukaran mahasiswa yang memberikan pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa Singapura didorong untuk belajar langsung di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di kota besar, guna meningkatkan pemahaman kontekstual, empati sosial, serta literasi tentang Indonesia sebagai negara dengan keragaman sosial dan tantangan pembangunan yang nyata.

Selain itu, kerja sama pelatihan melalui Singapore Cooperation Programme (SCP) turut menjadi perhatian. Program ini terbuka bagi mitra Indonesia dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk pelatihan yang diselenggarakan di Indonesia dengan mendatangkan instruktur dari Singapura.

Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas aparatur, akademisi, dan praktisi pendidikan tinggi di Indonesia.

Baca juga: Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |