Tanggapi keluhan warga, anggota DPRD DKI Kevin Wu sidak pabrik di Kebon Jeruk

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, Kevin Wu, menyidak sebuah pabrik penggorengan kerupuk di permukiman warga RT 10/RW 10 Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis sore.

Lokasi itu disidak usai Kevin Wu menerima laporan warga terkait aktivitas yang dinilai membahayakan, terutama pembakaran sampah terbuka di tengah area permukiman.

“Ini sangat berbahaya, karena ini potensinya terbuka dan ketika api ada di pemukiman kan kita tahu semua risikonya. Apalagi kita lihat ini padat penduduk dan masih banyak, baik kabel maupun rumahnya dari kayu dan lain sebagainya,” kata Kevin kepada wartawan di lokasi.

Kevin menjelaskan, pabrik tersebut merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggunakan minyak, tungku, serta bahan bakar kayu dalam proses produksi.

Kendati mendukung UMKM, ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aspek keselamatan.

“Tentu kami mendukung UMKM, tetapi yang kami minta agar memperhatikan aturan dan juga tadi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Saya tadi minta oleh pemiliknya agar langsung memahami keresahan masyarakat,” ujar Kevin.

Lebih jauh, ia juga menyoroti keluhan warga terkait akses jalan yang terganggu akibat keluar-masuk kendaraan besar di kawasan permukiman.

“Truk besar itu memang volumenya tidak berat, tetapi karena mobil besar itu dianggap mengganggu. Maka masyarakat meminta dari pemilik untuk mencoba jangan lagi pakai mobil besar. Itu yang saya sampaikan juga kepada beliau,” kata Kevin.

“Kalau solusi saya, coba pakai kendaraan kecil atau sistem feeder agar kegiatan tetap berjalan tanpa mengganggu warga,” sambungnya.

Sementara itu, pemilik pabrik, Mugiarto, mengaku baru mengetahui adanya keluhan dari masyarakat. Ia menyebut usahanya telah berjalan selama sekitar 35 tahun di lokasi tersebut.

“Mobil kecil hampir setiap hari keluar, kalau truk besar paling seminggu dua sampai tiga kali. Itu pun muatannya tidak terlalu berat,” ujarnya.

Terkait perizinan, Mugiarto menyatakan saat ini pihaknya tengah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pembentukan badan usaha berbentuk CV.

“Iya, lagi diurus masalah NIB. Sekarang sedang pembentukan CV,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Camat Kebon Jeruk, Nurul Gusti Sahara Ayu, menegaskan pemerintah akan tetap mendukung kegiatan usaha masyarakat selama mematuhi aturan yang berlaku.

Nurul menegaskan, pihaknya akan terus mendukung penuh aktivitas UMKM selama tidak menyalahi aturan.

“Intinya yang penting pemilik mau mengikuti aturan-aturan yang memang sudah ditetapkan gitu. Kita akan terus mendukung karena memang beliau juga UMKM, tapi tentunya juga hal-hal yang prinsip terkait dengan aturan-aturan juga memang harus tetap dilakukan,” kata dia.

Baca juga: Penambahan personel Satpol PP harus dibarengi perbaikan sistem kerja

Baca juga: Ini kata DPRD DKI terkait penyebab banjir di Jakbar tak surut

Baca juga: Legislator minta Satpol PP tindak tegas prostitusi di Gang Royal

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |