Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya berfungsi untuk memetakan kompetensi, namun juga mengasah kemampuan literasi dan integritas anak.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam kunjungannya meninjau pelaksanaan TKA di beberapa sekolah di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
“Mereka para murid merasakan perbedaan desain pertanyaan TKA yang menggunakan cerita lumayan panjang, sehingga harus membaca lebih hati-hati. Ini artinya kita sedang melatih kemampuan literasi murid-murid kita,” kata Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis.
Kunjungannya kali itu menangkap sejauh mana kemampuan literasi murid atas beragam jenis soal yang harus diselesaikan.
Baca juga: Kemendikdasmen laporkan 95 pelanggaran sepanjang TKA SD-SMP
Oleh karena itu, Fajar berpesan agar para murid terbiasa membaca sejak dini dan menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup.
“Saya mendorong mereka untuk merutinkan membaca buku, mulai dari satu halaman sehari agar kemampuan literasi menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Fajar.
Pada kesempatan itu, ia juga berdialog dengan sejumlah warga sekolah yang menceritakan persiapan panjang mereka dalam menyukseskan pelaksanaan TKA.
Fajar pun mengapresiasi integritas sekolah dalam menjaga kerahasiaan soal yang melibatkan proktor dan pengawas.
Ia mengatakan selain warga sekolah, keberadaan proktor dan pengawas juga memiliki andil dalam membangun integritas sejak dini.
Baca juga: Kemendikdasmen ingatkan hasil TKA SD-SMP diumumkan 26 Mei
Baca juga: Kemendikdasmen: Keikutsertaan TKA SD-SMP lebih dari 95 persen
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































