Stella Christie: Indonesia sangat membutuhkan industri berbasis sains

1 day ago 7
Kita sangat butuh industri yang berbasis sains dan teknologi. Kalau kita hanya membangun industri tanpa sainsnya, berarti industri itu akan cepat ketinggalan

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyatakan bahwa Indonesia sangat membutuhkan industri berbasis sains dan teknologi agar tidak tertinggal dengan industri global.

"Kita sangat butuh industri yang berbasis sains dan teknologi. Kalau kita hanya membangun industri tanpa sainsnya, berarti industri itu akan cepat ketinggalan," kata Wamendiktisaintek Stella Christie di sela-sela kegiatan Indonesia-Japan Workshop in New Energy and Industrial Technology di Jakarta, Selasa.

Wamendiktisaintek Stella menekankan dunia industri, sains, dan teknologi, harus menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Baca juga: Kemdiktisaintek dan NEDO Jepang kolaborasi perkuat riset industri

"Sebaliknya, kalau kita membuat sainsnya tanpa memperhatikan industrinya, ini berarti penerapan atau pemakaian dari hasil sains tersebut tidak akan tersebar luas, tidak akan menjadi skala besar," ujar dia.

Maka dari itu, Stella mendorong berbagai langkah kolaborasi yang dilakukan dalam memajukan dunia sains dan industri di Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi antara Kemdiktisaintek dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang yang khusus bergerak di bidang riset industri.

Menurutnya, riset dalam bidang industri menjadi penting, salah satunya untuk mengetahui kebutuhan apa atau ekosistem sains seperti apa yang harus dibangun untuk membangun dunia industri.

Baca juga: Ratusan rektor kampus teken kontrak kinerja, wujudkan kampus berdampak

"Jadi, bukan saja hanya risetnya, tetapi apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh industri, dan apa yang bisa dihasilkan oleh riset, sehingga riset dan industri ini bisa menjadi kesatuan untuk membangun industri berbasis teknologi dan sains," tutur Wamendiktisaintek Stella Christie.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif NEDO Kikuo Kishimoto menyebutkan pihaknya dalam hal ini bukan hanya untuk mendukung keilmuan, tapi juga pengembangan industri seperti di Indonesia.

Bagi pengembangan industri, kata dia, manusia perlu menyelesaikan masalah sosial seperti energi, lingkungan, dan juga kesejahteraan hidup.

"Jadi, R&D seharusnya berkontribusi ke arah tersebut. Jadi kami berpikir tentang perkembangan baru bersama Indonesia. Kami berharap, bukan hanya melakukan R&D, tapi kita juga berpikir tentang masa depan, menciptakan dunia yang baik," tutur Kikuo Kishimoto.

Baca juga: Kemdiktisaintek dorong pendirian 5-6 industri baru berbasis teknologi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |