Jakarta (ANTARA) - Kreator konten sekaligus pengusaha Raditya Dika mengatakan kini mulai lebih fokus pada upaya proteksi kesehatan, baik melalui vaksinasi untuk keluarga maupun menjaga kebersihan lingkungan kerja sebagai langkah pencegahan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Antisipasinya paling bersihkan air, mengurus air yang seperti itu. Baru sampai situ aja. Tapi karena ada acara ini, rencana berikutnya (vaksinasi) di kantor,” ujar Raditya dalam acara bertajuk “SIAP Lawan Dengue” di Jakarta, Kamis.
Raditya mengatakan kesadarannya terhadap risiko penyakit menular muncul sejak ia melihat rekannya harus absen sekolah lebih dari sepekan akibat DBD. Menurut dia, gangguan kesehatan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas kerja yang sudah terjadwal.
Baca juga: Pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang resmi diluncurkan
Ia mencontohkan pengalaman pribadi saat terkena tifus pada tahun lalu yang memaksanya menjalani perawatan. Meski hanya dirawat selama tiga hari, Raditya mengaku sudah merasakan kerugian karena sejumlah pekerjaan harus dibatalkan.
“Tahun lalu kebetulan kena tifus, tapi karena sudah vaksin dirawat cuma tiga hari. Dokternya bilang untung sudah divaksin. Kalau tidak, mungkin bisa sebulan di rumah sakit. Meskipun hanya tiga hari, ruginya sudah lumayan karena banyak pekerjaan yang batal,” ujarnya.
Melalui acara bertema “Bersama Lawan Dengue, Investasi untuk Kesehatan Karyawan dan Produktivitas Perusahaan” tersebut, Raditya menyampaikan bahwa perlindungan kesehatan menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran pekerjaan.
Baca juga: Kasus DBD tinggi, Kaltim perluas vaksinasi dengue sasar anak-anak SD
“Kesehatan itu proteksi supaya pekerjaan lancar saja. Saya pribadi tipenya menyiapkan segala sesuatu dari awal. Apalagi kalau mau ada tur stand-up comedy, biasanya memang vaksin lengkap dulu, termasuk salah satunya DBD,” katanya.
Acara tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, KADIN, PT Bio Farma, PT Takeda Innovative Medicines, dan PB IDI untuk mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Raditya berharap para pelaku usaha muda serta pekerja sektor kreatif mulai memandang vaksinasi dengue sebagai bentuk investasi untuk menjaga keberlangsungan pekerjaan dan produktivitas harian.
Baca juga: Pendekatan kolaboratif dorong percepatan vaksinasi dengue
Baca juga: Kemenkes galakkan vaksin DBD lengkap masuki musim hujan
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































