Pemasangan alat sensor dibahas Kemenhut-BMKG untuk tekan karhutla

1 week ago 14

Jakarta (ANTARA) - Pemasangan alat sensor yang mengawasi indikator kekeringan pada lahan rentan terbakar menjadi salah satu poin yang disepakati dalam kerja sama antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)-Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa penggunaan alat sensor tersebut merupakan bagian dari upaya integrasi data dan informasi prediksi guna menguatkan perlindungan hutan dari ancaman kekeringan ekstrem sekaligus langkah preventif untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami sepakat untuk menguatkan perlindungan hutan melalui upaya preventif serta kuratif. Telah dibahas beberapa kerja sama potensial mulai dari pemasangan alat sensor hingga integrasi data untuk upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” kata Faisal usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Menteri Kehutanan Raja Juli di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu.

Langkah penguatan teknologi ini dilakukan menyusul prediksi BMKG bahwa Indonesia akan dilanda musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 70-90 persen pada semester kedua tahun 2026.

BMKG mengkonfirmasi sampai dengan Selasa (21/4) terdata jumlah titik api di Indonesia telah mencapai 1.777 titik, dengan sebaran terbanyak berada di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat. Jumlah sebaran titik api itu tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya sebagaimana data yang dimiliki BMKG.

Atas kondisi tersebut, Faisal menambahkan bahwa selain akurasi data sensor, optimalisasi upaya preventif juga dilakukan melalui intervensi atmosfer atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

OMC dilakukan dengan menyemai garam atau zat Natrium Klorida (NaCl) ke awan potensial menggunakan pesawat untuk meningkatkan potensi hujan di suatu wilayah.

Baca juga: APHI komitmen dukung pencegahan karhutla hadapi El Nino

"Saat ini OMC tengah dilakukan di Riau dan Kalimantan Barat untuk meningkatkan tinggi muka air tanah gambut. Tujuannya agar lahan tersebut memiliki ketahanan dan tidak mudah terbakar saat curah hujan menurun," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai bahwa BMKG berperan penting melindungi hutan Indonesia melalui berbagai upaya pencegahan karhutla.

Hal ini tidak lepas dari ilmu pengetahuan yang menjadi dasar setiap kebijakan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik.

“Kejadian karhutla tahun ini berpotensi meningkat seiring dengan adanya El Nino. Maka dari itu, intervensi melalui OMC dan ketepatan data sangat menentukan apakah karhutla ini akan bisa ditekan, termasuk penegakan hukum dan disiplin masyarakat kita untuk tidak membakar lahan,” kata dia.

Baca juga: BPBD Sumsel ajukan 10 unit helikopter untuk penanganan karhutla

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |