Menlu Sugiono harap Kode Etik Laut China Selatan tak berlarut-larut

1 week ago 7
Kami berharap CoC bisa ditandatangani tahun ini.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono berharap Pedoman Tata Perilaku atau Kode Etik (CoC) Laut China Selatan bisa diselesaikan dan ditandatangani tahun ini supaya tidak semakin berlarut-larut.

"Kami berharap CoC bisa ditandatangani tahun ini. Kami akan cari jalannya bagaimana (pembahasan CoC) tidak lagi berlarut-larut," kata Sugiono dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis.

Pada Maret lalu, Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing menegaskan bahwa China memiliki kemauan politik yang solid untuk menyelesaikan Kode Etik Laut China Selatan sesuai target pada tahun ini.

Menurut Dubes Wang, komitmen tersebut telah ditegaskan sebelumnya oleh Menlu China Wang Yi setelah sidang politik tahunan China yang dikenal sebagai "Dua Sesi" beberapa waktu lalu.

Baca juga: China sepakat selesaikan CoC Laut China Selatan dengan ASEAN tahun ini

Dubes Wang mengatakan Kode Etik Laut China Selatan akan menjadi landasan untuk menyelesaikan sengketa maritim antarnegara serta menciptakan narasi baru tentang Laut China Selatan. Selama ini, Laut China Selatan sering diasosiasikan sebagai kawasan tempat terjadinya konfrontasi dan sengketa.

"Sekarang kami ingin bekerja bersama negara-negara ASEAN untuk membuat Laut China Selatan sebagai laut perdamaian dan kerja sama," kata Dubes Wang sembari menekankan posisi strategis kawasan laut tersebut bagi pelayaran komoditas global.

Dalam pertemuan tingkat menlu ASEAN AMM Retreat pada Januari lalu, para menlu negara-negara Asia Tenggara itu menyepakati komitmen bersama untuk menyelesaikan kode etik tahun 2026.

Mereka juga menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam negosiasi yang sedang berlangsung tentang kode etik yang disengketakan oleh sejumlah negara, antara lain China, Vietnam, dan Filipina.

Negosiasi Kode Etik Laut China Selatan mulai digagas setelah penandatanganan Declaration of the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC) pada November 2002 di Phnom Penh, Kamboja.

Baca juga: ASEAN sambut usulan kesepakatan baru soal kerja sama maritim

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |