Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang pendidikan SD di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetap berjalan lancar meskipun beberapa sekolah mengalami keterbatasan sarana prasarana.
Kepala SD Negeri 1 Bantul Parjiyatmi dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis menyampaikan pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan dengan baik meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana prasarana.
Pada tahun ini ia menyebutkan kelas VI terdiri atas empat rombongan belajar (rombel), yaitu kelas A, B, C, dan D, dengan total 113 siswa, terdiri atas 63 laki-laki dan 50 perempuan.
Karena itu dalam pelaksanaan TKA, , lanjutnya, sekolah menyelenggarakan gelombang 1 dengan dua sesi.
Baca juga: TKA SD hari kedua lancar berkat sinergi Pemda Bantul dan multipihak
Pada sesi pertama, ruang pertama diikuti oleh 38 siswa dan ruang dua sebanyak 18 siswa. Sementara pada sesi kedua, ruang pertama diikuti 38 siswa dan ruang kedua sebanyak 19 siswa.
Ia juga menambahkan kesiapan siswa tidak hanya difokuskan pada aspek teknis, namun juga pada penguatan mental dan spiritual.
“Persiapan TKA di sekolah kami tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah. Kami membiasakan peserta didik untuk melibatkan Tuhan dalam setiap usaha, seperti melalui pembiasaan Shalat Tahajud dan Dhuha bagi siswa Muslim,” ujarnya.
Selain itu sekolah juga telah melaksanakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) untuk membangun pemahaman dan kedekatan antara siswa dan orang tua.
Pihaknya menilai motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan anak.
Baca juga: Kemendikdasmen apresiasi keterlibatan Kemkomdigi tekan pelanggaran TKA
Pada kesempatan yang sama, Guru Kelas VI SD Negeri 1 Bantul Bayu menyampaikan pengalaman sebelumnya dalam pelaksanaan asesmen berbasis komputer menjadi bekal penting dalam mempersiapkan siswa.
“Kami sudah memiliki pengalaman dari asesmen sebelumnya, sehingga dalam mempersiapkan TKA kami bisa melakukan evaluasi dan pendampingan yang lebih optimal,” ujar Bayu.
Ia juga mengungkapkan adanya tantangan dalam keberagaman kemampuan siswa serta keterbatasan sarana, khususnya perangkat komputer.
“Kami masih memanfaatkan perangkat tambahan dari guru untuk mendukung pelaksanaan. Namun demikian seluruh proses tetap dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen latih murid SD berpikir analitis lewat TKA
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































