Padang (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memprioritaskan revitalisasi terhadap sekolah atau satuan pendidikan yang rusak berat akibat dihantam banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 2026.
"Nah, adapun yang rusak berat dan sudah tidak bisa digunakan lagi, insya Allah akan kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun ini," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat di Kota Padang, Senin.
Baca juga: Disdikbud: 439 sekolah di Aceh Tamiang rusak akibat banjir
Hal tersebut disampaikan Wamendikdasmen setelah meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 12 Kota Padang. Kunjungan itu sekaligus untuk memastikan kesiapan seluruh satuan pendidikan di daerah terdampak bencana dalam memulai proses pendidikan.
Atip menyebut pemerintah melalui Kemendikdasmen telah melakukan pendataan sekolah atau satuan pendidikan yang terdampak bencana. Klasifikasi tersebut terbagi atas tiga klaster, yakni rusak ringan, sedang hingga berat.
Khusus di Provinsi Sumatera Barat Kementerian terkait mencatat terdapat 501 sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Sementara itu, untuk keseluruhan atau di tiga provinsi tersebut tercatat 4.470 satuan pendidikan yang mesti mendapat penanganan setelah bencana.
Wamendikdasmen mengatakan dari tiga provinsi terdampak, Aceh merupakan kondisi yang paling parah dengan jumlah sekolah terdampak mencapai 2.756 unit. Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara sekolah yang terkena bencana berjumlah 1.213 unit.
Pada kesempatan itu, Kemendikdasmen menyerahkan bantuan operasional untuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas masing-masing sebesar Rp15 juta. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi institusi pendidikan.
Baca juga: Disdikbud: Ratusan bangunan sekolah rusak akibat banjir di Aceh Timur
Baca juga: BPBD Aceh Barat bersihkan 58 fasilitas umum terdampak banjir bandang
Kemudian, Kemendikdasmen juga menyerahkan bantuan langsung kepada peserta didik berupa alat-alat tulis, makanan hingga susu kaleng. Bantuan ini juga diberikan langsung kepada perwakilan anak didik taman kanak-kanak yang terdampak bencana.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































