Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyantuni 1.448 anak yatim pada 12 titik di daerah pemilihannya, Jawa Barat II, yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
"Semangat berbagi hari ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan sosial yang mendesak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” kata Cucun dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Cucun menyampaikan pernyataan tersebut setelah menyantuni ribuan anak yatim dalam rangka momentum Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah.
Di sisi lain, dia meresmikan hasil renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) milik seorang warga di Desa Cipedes, Bandung.
Menurut dia, peresmian rutilahu tersebut menegaskan kerja-kerja advokasi wakil rakyat tidak hanya menyasar aspek pemenuhan kebutuhan sosial jangka pendek, tetapi juga pada aspek peningkatan kualitas infrastruktur papan masyarakat bawah.
“Santunan serta program bedah rumah rutilahu yang kami resmikan hari ini merupakan bagian dari komitmen politik kehadiran, yakni memastikan negara dan para pemimpinnya selalu dekat dengan rakyat, terutama mereka yang membutuhkan," katanya.
Sementara itu, dia berharap gerakan santunan serta perbaikan rutilahu tersebut dapat menjadi inspirasi dan memantik gelombang solidaritas sosial yang lebih luas di berbagai daerah.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk tidak menunda berbuat baik. Semakin banyak yang berbagi, maka semakin kuat pula ikatan sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Pimpinan DPR desak polisi segera tangkap pelaku penyekapan di Bandung
Baca juga: Wakil Ketua DPR Cucun resmikan rumah layak huni di Cisalak Bandung
Baca juga: Wakil Ketua DPR Cucun pastikan kawal peraturan turunan UU Pesantren
Pewarta: Rio Feisal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































