Jakarta (ANTARA) - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengapresiasi langkah 10 orang anggota OPM yang memutuskan untuk kembali memeluk NKRI.
"Syukur Alhamdulillah, puji Tuhan, 10 anggota aktif Kodap IV Sorong Raya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) memutuskan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, berkumpul, bersatu dan menyatu dengan segenap eksponen dan elemen masyarakat Papua dalam bingkai NKRI," kata Lucky Avianto dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Momentum penerimaan 10 eks anggota separatis Papua ini terjadi dalam upacara yang digelar di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari, Kamis.
Lucky mengatakan, para eks anggota OPM ini memilih memeluk NKRI karena tidak tahan dengan perlakukan organisasinya terdahulu yang sering melakukan kekerasan terhadap warga.
"Eks anggota TPNPB-OPM ini kelompok OPM kerap menebar teror, merampas harta benda, hasil bumi dan ternak rakyat, tega memperkosa wanita desa, melukai bahkan tidak sungkan membunuh siapa pun yang menolak atau tidak mendukung gerakan mereka," kata Lucky.
Di sisi lain, hal yang berbeda mereka rasakan ketika melihat perlakuan TNI. Mereka, kata Lucky, mengaku tersentuh dengan perlakuan humanis yang kerap dilakukan jajaran Kodam XVIII/Kasuari terhadap warga.
Selain itu, Lucky mengatakan para eks OPM ini juga menyadari bahwa Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III lebih mengedepankan pendekatan pembangunan dengan cara turun langsung ke masyarakat sambil memberikan bantuan.
"Hal ini lah yang telah menyentuh hati sekaligus menggugah rasa simpati dan empati simpatisan hingga anggota aktif TPNPB-OPM," kata Lucky.
Lucky berharap langkah serupa bisa diikuti para anggota kelompok separatis yang lain sehingga seluruh warga Papua mau kembali bersatu di dalam NKRI.
Lucky meyakini dengan terjadinya persatuan di Papua, program percepatan pembangunan yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto di bumi Papua akan semakin cepat terlaksana.
"Saya mengajak saudara-saudara kita lainnya, kakak-kakak dan adik-adik yang berada di pedalaman rimba maupun puncak gunung dan lembah Papua, untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," tutup dia.
Baca juga: Marinir jelaskan prosedur penanganan peserta sakit saat latsarmil
Baca juga: KSP ajak purnawirawan TNI-Polri menjadi teladan masyarakat
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































