Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) meresmikan Arboretum Hutan UI sebagai ruang terbuka hijau multifungsi yang mendukung kesehatan mental sivitas akademika dan masyarakat melalui praktik mindfulness, sekaligus sarana pendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni, Hamdi Muluk di Kampus UI Depok, Kamis, menekankan pentingnya Arboretum Hutan UI sebagai simbol sinergi akademik dan industri yang memberi dampak nyata, mengingat dalam pendiriannya arboretum dan prasarananya ini disokong secara signifikan oleh PT Sucofindo sebagai mitra kolaborasi UI.
“Arboretum Hutan UI bukan hanya ruang kelas terbuka, tetapi juga ruang reflektif yang dapat menjadi sarana healing dan edukasi luar ruang. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara institusi akademik dan ranah industri, seperti kolaborasi dengan Sucofindo, dapat terwujud dan memberi dampak berkelanjutan bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Baca juga: BUMN survei bantu UI kembangkan arboretum, perluas ruang hijau
Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB UI), Prof Supriatna memaparkan hasil kajian geospasial yang menunjukkan bahwa arboretum memiliki suhu sejuk dan nilai ekonomis tinggi dari aspek kayu, karbon, dan air.
Arboretum juga berfungsi sebagai laboratorium flora-fauna, konservasi tanah dan air, serta instrumen dekarbonisasi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum Fakultas Psikologi (FPsi) UI Dr Dyah Triarini Indirasari menambahkan dari sudut pandang keilmuan psikologi yang menekankan bahwa arboretum ini berkaitan erat dengan penelitian nature mindfulness, sebuah terapi berbasis alam yang terbukti meningkatkan mood, menurunkan kecemasan, bahkan bisa membantu dalam menemukan makna hidup.
Program terapi kelompok di arboretum diharapkan menjadi metode relaksasi di tengah kesibukan sehari-hari sivitas akademika maupun masyarakat sekitar yang berkunjung.
Sementara itu, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS UI), Dr. L.G. Saraswati Putri menekankan bahwa Arboretum Hutan UI hadir untuk menyediakan ruang terbuka hijau yang dekat dengan sivitas akademika dan masyarakat sekitar. Kehadiran arboretum ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran, riset, sekaligus relaksasi yang aman dan selaras dengan lingkungan.
Baca juga: Hutan Kota UI, lebih dari sekadar menghijaukan kawasan
Baca juga: FIB UI gelar sedekah hutan, upaya menjaga dan melestarikan alam
DPIS telah menginisiasi berbagai program, seperti forest bathing dan terapi sensorik untuk memelihara kesehatan mental para sivitas akademika UI dengan menggandeng tim dari FPsi.
Menurutnya, arboretum ini adalah wadah untuk memperkuat relasi sivitas dengan hutan UI sembari menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian flora, fauna, dan ekosistemnya.
"DPIS ingin mematahkan stereotip bahwa masyarakat perkotaan tidak bisa menikmati ruang terbuka hijau yang alami karena jarak. Arboretum Hutan UI dapat diakses dengan mudah oleh sivitas dan masyarakat luas di sekitar Jabodetabek. Harapannya, DPIS bisa memfasilitasi dan menjembatani agar masyarakat urban tidak merasa hidupnya jauh dari alam, sebab hutan UI mampu mewujudkan cita-cita hidup yang selaras dengan lingkungan," pungkas Dr Saraswati.
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































