Menkes: Usulan soal AI jangan sampai alihkan fokus memperbanyak dokter

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan usulan legislator soal kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan untuk membantu menganalisis kondisi pasien jangan sampai mengalihkan fokus utama, yakni memperbanyak dokter.

Saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR, Jakarta, Kamis mengatakan persoalan fundamental yang harus dijawab ialah kekurangan dokter, terutama di daerah-daerah terpencil.

"Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu. Bahwa kemudian nanti ditambah dengan telemedicine, AI, dan teknologi-teknologi lainnya, jangan sampai itu mengalihkan fokus kita atau perhatian kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah," ucapnya.

Menurut Budi, walau bagaimanapun, dokter dan tenaga medis harus melihat dan menyentuh pasien untuk melakukan analisis.

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengusulkan AI dimanfaatkan untuk membantu persoalan kekurangan dokter. Dia menyarankan agar AI digunakan dalam menganilis kondisi pasien.

"Bisa enggak, ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu, ini kita bisa dibantu AI, paling tidak untuk membantu pasien kita menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena untuk menjembatani saja,” ucap dia.

Ia mengaku miris dengan persebaran dokter di Indonesia yang masih belum mencukupi kebutuhan. Terlebih, kata dia, pendidikan dokter berbeda dengan pendidikan lainnya karena membutuhkan waktu lama.

Maka dari itu, Nihayatul mengutarakan ide pemanfaatan AI mengatasi persoalan dimaksud.

"Kalau menunggu, kan, enggak mungkin juga masyarakat menunggu sampai lulus. Nah, bisa enggak, dengan teknologi yang ada itu kita bisa mengganti kehadiran fisik dokter dengan yang lain? Walaupun memang pasti tidak maksimal, tapi untuk mungkin penyakit tertentu," tuturnya.

Ia pun menyinggung keberhasilan penerapan operasi jarak jauh.

"Karena Pak Menteri, kapan itu juga sudah melakukan operasi jarak jauh, ya, Pak? Operasi jarak jauh itu juga luar biasa. Kalau itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan jarak jauh juga di wilayah tertentu yang tidak ada dokter, itu juga bisa salah satu solusinya," katanya.

Baca juga: Komisi IX DPR minta Kemenkes kaji ulang usulan penderita TBC diberi MBG

Baca juga: Kemenkes akan koordinasi perkuat vaksinasi rabies hewan penular

Baca juga: Menkes: Ada tiga strategi untuk sukseskan Program Imunisasi Nasional

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |