Isuzu soroti daya beli melambat, pelanggan makin selektif

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) -

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menilai perlambatan daya beli masyarakat menjadi salah satu tantangan utama bisnis kendaraan komersial menjelang 2026, seiring perubahan perilaku pelanggan yang semakin kritis dalam mengambil keputusan pembelian.

“Daya beli masyarakat menjadi salah satu tantangan terbesar. Ketika itu melambat, tentu akan berdampak terhadap keputusan pembelian, termasuk di segmen kendaraan komersial,” ujar Vice President Director PT IAMI AntonRusli dalam acara Isuzu Media Gathering: Kick Off 2026 & Iftar di Jakarta Pusat, Kamis.

Ia mengatakan dinamika ekonomi dan aktivitas komunitas yang cenderung melambat ikut memengaruhi pergerakan pasar kendaraan niaga di dalam negeri.

Baca juga: Isuzu D-Max mobil konsep alam hadir di pameran GIIAS 2025

Baca juga: Isuzu pamer ELF NMR yang dilengkapi layer LED di GIIAS 2025

Ia menjelaskan, perubahan generasi pelaku usaha turut membentuk karakter pelanggan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika pada masa lalu pembeli cenderung konvensional dan tidak terlalu menuntut, kini konsumen menginginkan produk yang berkualitas, harga kompetitif, proses pembelian cepat, serta layanan purna jual yang jelas.

Menurut Anton, pelanggan kendaraan komersial saat ini juga menuntut solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Proses pembelian yang rumit dinilai dapat menghambat keputusan investasi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

“Sekarang maunya produk lebih berkualitas, bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha, prosesnya tidak sulit, dan purnajualnya memastikan kendaraan tetap beroperasi,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian besar pasar kendaraan komersial diisi oleh pemain lama, sehingga pendekatan yang lebih personal dan responsif menjadi kunci menjaga loyalitas pelanggan.

Pada 2025, PT IAMI mencatat pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29 persen. Capaian tersebut ditopang antara lain oleh penjualan Isuzu TRAGA, ELF, dan GIGA yang menyasar berbagai kebutuhan usaha.

Memasuki 2026, perseroan menegaskan akan menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan karakter pelanggan dan kondisi pasar guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga: Sertifikasi TKDN jadi kunci sukses Isuzu peroleh kepercayaan konsumen

Baca juga: Penjualan wholesales Isuzu MU-X tercatat nihil pada Oktober 2025

Baca juga: Gairahkan penjualan dengan gelaran “Isuzu Festival”

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |