Pemuda didorong hadirkan inovasi kesehatan berbasis komunitas

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Organisasi pembangunan global yang berfokus pada kesejahteraan anak, ChildFund International di Indonesia, mendorong generasi muda mengembangkan inovasi kesehatan berbasis komunitas guna menghadirkan solusi atas berbagai tantangan kesehatan anak, remaja, dan keluarga melalui program Youth Innovation Challenge: Inovasi untuk Kesehatan.

"Lanskap kesehatan, kondisi lingkungan, dan sosial yang terus berkembang menuntut pendekatan yang adaptif, inovatif, dan partisipatif. Melalui Youth Innovation Challenge, kami mendorong pemuda mengambil peran sebagai penggerak perubahan yang mampu merumuskan solusi kontekstual sesuai kebutuhan komunitas mereka," kata Senior Specialist Health ChildFund International di Indonesia Siti Aisah di Jakarta, Kamis.

Siti mengatakan tantangan kesehatan di Indonesia, mulai dari stunting, anemia pada remaja, pemenuhan gizi, kesehatan reproduksi hingga kesehatan mental, memerlukan pendekatan yang melibatkan masyarakat dan mampu menyesuaikan perkembangan kondisi sosial maupun lingkungan.

Melalui program tersebut, pemuda diberi kesempatan untuk merancang, menguji, hingga mengimplementasikan solusi kesehatan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat di tingkat komunitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Menurut dia, generasi muda memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya sehingga mampu menghadirkan solusi yang lebih relevan, berbasis bukti, dan berpotensi memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan Fanzy Fatwalillah mengatakan inovasi yang dikembangkan generasi muda berpeluang terintegrasi dengan ekosistem digital kesehatan nasional.

"Hasil inovasi yang dikembangkan anak-anak muda dapat dikolaborasikan dengan platform kesehatan digital sehingga tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga membantu orang tua memantau kesehatan anak melalui fitur pencatatan, skrining risiko penyakit, hingga edukasi kesehatan," ujarnya.

Fanzy berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari kalangan pemuda untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional sekaligus memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Teknik Informatika Universitas Pancasila Ninuk F. Argarini menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi kesehatan, namun harus diimbangi dengan literasi digital yang memadai.

"Teknologi dapat memberikan banyak manfaat bagi sektor kesehatan. Namun masyarakat juga perlu memahami bahwa kecerdasan buatan bukanlah satu-satunya sumber informasi sehingga hasilnya tetap harus diverifikasi dengan sumber yang kredibel," kata Ninuk.

Ia menambahkan teknologi mampu memperluas akses informasi kesehatan, tetapi pengguna tetap perlu memiliki pemahaman kritis agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Diharapkan, inovasi kesehatan yang dipimpin generasi muda tidak berhenti pada tahap uji coba, melainkan dapat direplikasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, lembaga donor, dan sektor swasta untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi anak, remaja, dan keluarga di berbagai daerah Indonesia.

Pewarta: Ida Nurcahyani/Vina Ashari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |