Makassar (ANTARA) - TelkomGroup terus memperkuat jaringan untuk program Hunian Danantara (Huntara) sebagai bagian dari sinergi BUMN dalam percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.
TelkomGroup menghadirkan akses telekomunikasi dan WiFi gratis di berbagai kawasan Huntara yang dibangun secara bertahap di tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Melalui integrasi jaringan TelkomGroup, masyarakat di kawasan Huntara dapat menikmati internet gratis yang membantu menjaga komunikasi serta mendukung kebutuhan selama masa pemulihan," ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini melalui keterangannya di Makassar, Minggu.
Dukungan konektivitas tersebut meliputi penyediaan Access Point WiFi di area hunian dan fasilitas umum, penguatan jaringan seluler melalui BTS eksisting dan Mobile BTS, serta pemanfaatan jaringan satelit untuk menjamin keandalan layanan.
TelkomGroup juga mengimplementasikan layanan WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps untuk mendukung kebutuhan operasional di Posko TelkomGroup Huntara.
Baca juga: Wagub: Uang lauk-pauk sebaiknya diberikan sebelum korban masuk huntara
Tidak hanya dari sisi infrastruktur, TelkomGroup juga menyalurkan dukungan kemanusiaan secara berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah Sumatra.
Hingga 7 Januari 2026, total dukungan TelkomGroup tercatat mencapai lebih dari Rp123,23 miliar, mencakup penyediaan posko internet gratis, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dukungan psikososial, serta program keringanan dan kompensasi layanan bagi pelanggan terdampak.
Kehadiran Relawan BUMN Peduli TelkomGroup turut memperkuat pendampingan di lapangan melalui penyaluran bantuan dan bakti sosial untuk mendukung pemulihan sarana umum.
Dengan jaringan yang kembali terhubung dan bantuan yang terus berjalan, TelkomGroup berharap kehadiran konektivitas dapat membantu masyarakat kembali berkomunikasi, beraktivitas, dan menata kehidupan sehari-hari pascabencana.
Baca juga: Akademisi apresiasi hunian untuk korban bencana dari Danantara
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































