Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memetakan 20 titik jalur rawan bencana yang harus diwaspadai pengendara saat melintas terutama pemudik mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Selasa, mengatakan puluhan titik tersebar mulai dari kawasan Puncak-Cipanas hingga Cugenang dan sebagian besar di jalur utama wilayah selatan mulai dari Kecamatan Campaka hingga Naringgul.
Puluhan titik rawan bencana longsor dan pergeseran tanah terdapat di Kecamatan Campaka, Campakamulya, Sukanagara, Cijati, Leles dan Takokak, sehingga masyarakat termasuk pemudik diminta tetap siaga dan waspada saat melintas.
"Informasi BMKG cuaca ekstrem masih melanda Cianjur sampai April 2026, sehingga saat musim mudik lebaran kami memetakan sejumlah wilayah yang harus diwaspadai pemudik mulai dari utara hingga selatan," katanya.
Baca juga: Kemensetneg rilis peta rekayasa lalu lintas mudik 2026
Kesiapsiagaan dan kewaspadaan wajib ditingkatkan masyarakat terutama pemudik dengan tujuan mudik ke berbagai wilayah di selatan Cianjur karena hujan deras diperkirakan masih turun hingga beberapa pekan ke depan sehingga dapat memicu terjadi bencana alam.
Pihaknya menyiagakan seluruh petugas dan 360 relawan di seluruh kecamatan dan desa, guna melakukan pengawasan dan pelaporan serta melakukan langkah cepat termasuk melakukan evakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
Termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait termasuk di provinsi dan pusat guna menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan mulai dari kawasan Puncak-Cianjur, Sukanagara, Sindangbarang, dan Naringgul, guna penanganan cepat ketika terjadi bencana.
"Kami sudah meminta dinas terkait hingga kementerian untuk menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor di sepanjang jalur mudik Cianjur, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan ketika terjadi bencana," katanya.
Baca juga: Menag: Masjid di jalur mudik akan dibuka 24 jam
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan sudah menginstruksikan seluruh jajaran Polsek guna berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Cianjur, dalam pengawasan dan penanganan cepat ketika terjadi bencana alam di jalur mudik.
Pihaknya mencatat terdapat 20 titik wilayah rawan longsor di sepanjang jalur mudik Cianjur mulai dari utara hingga selatan, sehingga perlu penanganan cepat terutama ketika longsor menutup landasan jalan.
"Kami mengimbau pemudik yang melintas Cianjur untuk tetap waspada saat melintasi jalur rawan bencana di sepanjang jalur mudik Cianjur, ketika hujan turun deras lebih baik berhenti di tempat aman sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Baca juga: Progres jalan Semarang-Godong capai 75 persen
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































