Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta jajaran terkait untuk menertibkan terminal-terminal bayangan di wilayah ibu kota.
“Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, akan kami tertibkan,” kata Pramono di Glodok, Jakarta Barat, Selasa.
Pramono pun mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman agar menggunakan terminal secara resmi.
“Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta. Seperti Monas begitu, itu bisa digunakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Terminal Bus Kalideres, Nur Prasetyo juga mengimbau pemudik agar tidak menggunakan terminal bayangan sebagai titik awal keberangkatan.
Menurutnya, naik bus dari terminal bayangan memiliki risiko tinggi, terutama terkait ketidakjelasan harga tiket yang berpotensi dimainkan oleh calo yang bermain harga tiket.
"Takutnya mereka (di terminal bayangan) itu dapat harga yang tidak sesuai. Karena kan kita tidak bisa memonitor berapa harga tiket yang dijual di luar," ujar Nur.
Selain pertimbangan harga, keselamatan dan keamanan penumpang juga tidak terjamin jika berangkat dari lokasi ilegal.
Baca juga: Pemudik diimbau tak naik bus di terminal bayangan
Baca juga: DKI imbau warga yang mudik agar tak berangkat dari terminal bayangan
Berbeda dengan di terminal resmi yang melakukan uji kelaikan bus atau ramp check dan pemeriksaan kesehatan sopir, bus yang berangkat dari terminal bayangan sering kali luput dari pengawasan.
Nur pun meminta masyarakat mematuhi peraturan perundang-undangan dengan naik dan turun di terminal yang telah ditetapkan.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































